HIMABI Unisba Blitar Gelar Junior Skill-Up, Tanamkan Kreativitas dan Edukasi Anti-Bullying di SDN Siraman 2
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Nurlayla Ratri
02 - Feb - 2026, 05:04
JATIMTIMES – Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis (HIMABI) Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Melalui program HIMABI Mengajar 2026, organisasi mahasiswa tersebut menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Junior Skill-Up Intensive: Handicraft Mastery & Anti-Bullying Protocol” di SDN Siraman 2, Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Kamis (22/1/2026).
Kegiatan yang diikuti puluhan siswa sekolah dasar itu dirancang sebagai upaya menyeimbangkan pengembangan keterampilan kreatif dengan pembentukan karakter positif sejak usia dini. Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penguatan pendidikan karakter sekaligus pembangunan kualitas generasi muda.
Baca Juga : Fasilitas Sekolah Rusak Bertahun-tahun, 19 SD di Jombang Dapat Anggaran Perbaikan Rp1,8 Miliar
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama, Handicraft Mastery, mengajak siswa mengolah berbagai bahan menjadi kerajinan tangan bernilai guna. Melalui kegiatan tersebut, siswa dikenalkan pada dasar-dasar kreativitas, inovasi, serta semangat kewirausahaan yang relevan dengan keilmuan Administrasi Bisnis.
Para siswa tampak antusias mengikuti proses pembuatan kerajinan. Mereka tidak hanya belajar teknik dasar, tetapi juga diajak memahami nilai produktivitas dan kemandirian sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Sesi kedua menghadirkan materi Anti-Bullying Protocol. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya kesehatan mental di lingkungan sekolah. Dalam sesi tersebut, siswa diberikan pemahaman mengenai cara mengenali, mencegah, hingga melaporkan tindakan perundungan.
Ketua Program Studi Administrasi Bisnis Unisba Blitar, Hanik Amaria, mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan pengabdian masyarakat menjadi wujud nyata implementasi ilmu yang diperoleh mahasiswa di bangku perkuliahan.
“Program ini menunjukkan bahwa mahasiswa Administrasi Bisnis tidak hanya unggul dalam teori manajemen, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Melalui Junior Skill-Up, kami ingin menanamkan pola pikir kreatif dan kemandirian sejak dini. Saya bangga mahasiswa mampu menyelenggarakan kegiatan ini secara profesional,” ujar Hanik.
Senada dengan itu, dosen pendamping kegiatan, Diptya, menilai pemilihan materi dalam program HIMABI Mengajar sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan anak usia sekolah dasar. Ia menilai kombinasi pelatihan keterampilan dan edukasi karakter merupakan pendekatan yang efektif dalam mendukung pembentukan generasi yang tangguh.
“Antusiasme siswa sangat terasa. Kegiatan Handicraft melatih kesabaran dan ketelitian, sementara edukasi anti-bullying merupakan isu penting yang perlu dikenalkan sejak dini. Saya berharap kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa HIMABI untuk mengasah kemampuan kepemimpinan mereka,” jelas Diptya.
Baca Juga : Operasi Keselamatan Semeru 2026 Bergulir di Kota Malang, Polisi Sentuh Sekolah hingga Kampus
Sementara itu, Ketua Pelaksana HIMABI Mengajar 2026, Diana, mengatakan pemilihan SDN Siraman 2 sebagai lokasi kegiatan merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan manfaat program kampus hingga wilayah kabupaten. Ia menegaskan, HIMABI berkomitmen menghadirkan kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami berharap adik-adik memperoleh keterampilan baru yang menyenangkan sekaligus memahami pentingnya sikap saling menghargai. Terima kasih kepada Bu Hanik, Bu Diptya, serta pihak sekolah atas dukungan dan sambutan hangatnya,” ungkap Diana.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata kepada pihak sekolah sebagai simbol kemitraan antara perguruan tinggi dan institusi pendidikan dasar. Momen tersebut dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang berlangsung hangat, mencerminkan sinergi antara mahasiswa, dosen, dan siswa.
Melalui program ini, Unisba Blitar menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pembangunan karakter dan peningkatan kualitas pendidikan masyarakat. Program pengabdian semacam ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari penguatan peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.
