JATIMTIMES - Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kota Malang 2025 resmi ditutup dengan sukses pada Rabu, 26 Februari 2025. Penutupan yang berlangsung khidmat ini turut dimeriahkan dengan penyerahan trofi kepada para juara. Ajang yang melibatkan 1351 peserta dari 30 Madrasah Tsanawiyah di Kota Malang ini telah menunjukkan semangat kompetitif yang luar biasa.
Ketua Porseni 2025, Mokhamad Amin Tohari, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya terhadap semangat yang ditunjukkan para peserta dalam berbagai cabang olahraga dan seni. Ia berharap event ini dapat menjadi batu loncatan bagi para peserta untuk meraih prestasi lebih tinggi di masa depan. “Porseni 2025 bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sebuah momen untuk menumbuhkan semangat dan tekad para peserta untuk terus berprestasi,” ujar Amin.
Baca Juga : Mau Mudik Lebaran dengan Aman dan Nyaman KAI Daop 9 Jember Siapkan Ribuan Tiket Kereta Api
Rangkaian Porseni 2025 dimulai dengan pendaftaran peserta secara online, diikuti dengan verifikasi berkas, dan berakhir dengan pelaksanaan kompetisi yang tersebar di berbagai lokasi strategis, termasuk MTsN 1 dan 2 Kota Malang, MAN 2 Kota Malang, Stadion Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Uraha Badminton.
Ajang Porseni 2025 mempertandingkan 15 cabang lomba yang terdiri dari olahraga seperti atletik, bulu tangkis, tenis meja, catur, futsal, bola voli, dan pencak silat. Selain itu, berbagai cabang seni juga dipertandingkan, antara lain tahfiz, MTQ, kaligrafi, pidato dalam bahasa Inggris, Arab, dan Indonesia, serta lomba menyanyi dan vlog. Setiap cabang lomba memilih juara 1, 2, dan 3, serta harapan 1, 2, dan 3, memberikan ruang bagi para peserta untuk menampilkan bakat terbaik mereka.
Para juara pertama dari setiap cabang lomba akan mendapat pembinaan lebih lanjut untuk dapat menjadi perwakilan Kota Malang pada ajang Porseni tingkat Jawa Timur. Khusus untuk cabang olahraga voli dan futsal, akan dipilih pemain terbaik yang nantinya akan mewakili Kota Malang di tingkat provinsi.
“Kami berharap para atlet yang terpilih dapat membawa nama Kota Malang ke level yang lebih tinggi dan meraih juara umum di tingkat Jawa Timur,” ujar Amin penuh harapan.
Keberhasilan para juara pada Porseni kali ini, menurut Mokhamad Amin Tohari, mencerminkan kerja keras dan semangat pantang menyerah. “Keberhasilan hari ini merupakan pondasi untuk kesuksesan di masa depan. Kami berharap semangat yang tercipta dalam Porseni ini dapat terus berkembang dan membawa Kota Malang menjadi juara umum di Porseni tingkat Jawa Timur,” tutupnya dengan optimisme.
Di sisi lain, Abdul Mughni, S.Ag., M.Pd., Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Malang, memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan Porseni 2025. Menurutnya, event ini memiliki tiga makna penting yang patut dipahami lebih dalam. Pertama, Porseni merupakan ajang silaturahmi yang mempertemukan para guru, pembimbing, dan peserta untuk saling mengenal dan berbagi pengalaman. “Event ini juga menjadi sarana untuk mengembangkan bakat dan minat para siswa, yang kadang tersembunyi di dalam diri mereka,” ujar Mughni.
Baca Juga : Tingkatkan Layanan, Kantor BPN Jember Boyongan ke Kantor Baru
Kedua, Porseni membuktikan bahwa anak-anak memiliki potensi luar biasa yang perlu terus diasah dan dikembangkan. Dengan dukungan yang tepat dari guru dan panitia, bakat tersebut dapat menjadi jalan menuju kesuksesan. “Dengan mengembangkan potensi, hobi, dan minat anak-anak, mereka tidak hanya meraih prestasi, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga untuk masa depan,” tambahnya.
Ketiga, Porseni sejalan dengan amanah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam yang mengharuskan madrasah untuk mengembangkan lima prestasi utama: akhlak mulia, ilmu agama, pengetahuan teknologi, bahasa dan budaya, serta olahraga. “Melalui Porseni, kita dapat menumbuhkan budaya dan bahasa sebagai warisan bangsa,” ungkap Mughni.
Dengan total peserta yang mencapai 1351 orang, Porseni 2025 tidak hanya sukses mencapai tujuannya, tetapi juga berhasil menumbuhkan semangat dan rasa percaya diri bagi para siswa. Event ini meninggalkan kenangan dan prestasi yang tidak hanya relevan untuk saat ini, tetapi juga untuk masa depan pendidikan di Kota Malang yang lebih cerah. Porseni 2025 telah berhasil menjadi momentum penting dalam dunia pendidikan Kota Malang.