JATIMTIMES - Seorang pengemudi bernama Rizal diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga anggota polisi Polsek KPYS Ambon di Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (20/12). Kejadian ini terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial, memicu kemarahan publik.
Dalam video berdurasi 1 menit 15 detik, tampak Rizal diduga dibanting oleh polisi di jalanan usai cekcok dengan polisi lainya. Tak lama kemudian, seorang anggota lainnya datang dengan membawa borgol dan memborgol tangan Rizal. Meski sempat mencoba melawan, Rizal akhirnya ditarik dan dibawa ke Polsek Pelabuhan dengan tangan terborgol.
Baca Juga : Sebabkan Kemacetan, Satpol PP Surabaya Tertibkan Bangli di Jembatan Layang Tambak Mayor
Rizal, yang juga kader GP Ansor Maluku, melaporkan kejadian tersebut ke Polda Maluku. Laporan tersebut tercatat dengan nomor L/B/217/XII/2024/SPKT/POLDA MALUKU.
"Iya, tadi malam kami sudah melaporkan anggota polisi KPYS ke Propam Polda Maluku terkait dugaan pidana," kata Ramli Lulang, pengacara Rizal sekaligus Ketua LBH GP Ansor Kota Ambon, dilansir dari CNNIndonesia, Minggu (22/12/2024).
Kasi Humas Polresta Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Janete Luhukay, mengonfirmasi bahwa tiga anggota Polsek KPYS yang diduga terlibat, yakni Bripka EW, Aipda JT, dan Bripka SD, telah diamankan dan ditempatkan di tempat khusus (patsus).
"Langkah-langkah yang diambil adalah mengamankan ketiga oknum tersebut, melakukan pemeriksaan oleh Propam Polresta, dan menempatkan mereka di tempat khusus," ujar Janete.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, insiden ini bermula ketika Rizal terlibat cekcok dengan Bripka EW, salah satu anggota Polsek KPYS yang sedang mengatur lalu lintas di Jalan Sam Ratulangi akibat kemacetan menuju Pelabuhan Yos Sudarso.
Rizal, yang mengendarai mobil Xenia, diduga mencoba menerobos jalur sehingga memicu kemarahan Bripka EW.
Dalam video tersebut, Bripka EW terlihat memukul bagian depan mobil Rizal beberapa kali sambil melontarkan kata-kata kasar. Ia menuduh Rizal telah menabraknya. "Dia tabrak enggak? Dia tabrak enggak?" teriak Bripka Edy sambil bertanya kepada warga sekitar. Bripka EW kemudian mencabut kunci mobil Rizal dan memaksa Rizal keluar dari mobil.
Baca Juga : Viral Oknum Polisi Maluku Diduga Pukul Mobil hingga Banting Warga Sipil
Saat Rizal masih berdebat, tiba-tiba Aipda JT datang dan membanting Rizal hingga tersungkur ke jalan. Tak berhenti di situ, Bripka SD langsung memborgol tangan Rizal dan membawanya pergi dari lokasi.
Video ini memicu reaksi dari publik. Banyak yang mengecam tindakan para oknum polisi tersebut. "Menjalankan tugas itu ada SOP-nya, bukan seperti ini. Kelihatan seperti menangkap kriminal," tulis seorang warganet.
Dalam narasi yang beredar di media sosial, kendaraan Rizal tidak diizinkan masuk oleh Bripka EW, meskipun ada kendaraan lain diperbolehkan melintas.
Rizal memprotes tindakan ini dengan menyatakan, "Jangan nepotisme, jangan pilih kasih." Namun, protes tersebut tampaknya tidak diterima dengan baik oleh Bripka EW.