JATIMTIMES - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang terus berupaya meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum bersih dan sanitasi layak. Hal ini ditegaskan dalam rapat koordinasi pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang air minum dan sanitasi tahun 2024, yang diadakan pada 26 September 2024 di Hotel Santika Gresik.
Sekretaris DPKPCK Kabupaten Malang, Johan Dwijo Saputro, menjelaskan bahwa acara tersebut bertujuan untuk mengevaluasi progres dan efektivitas penggunaan DAK. “Kami berkomitmen memastikan bahwa program yang didanai DAK berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujar Johan.
Baca Juga : Tips Cepat Hilangkan Tinta Pemilu di Jari usai Nyoblos
Sebagai bagian dari upaya tersebut, DPKPCK telah menyelesaikan sejumlah proyek pembangunan fasilitas sanitasi dan air minum. Di bidang sanitasi, proyek yang sudah terealisasi meliputi:
• 421 unit tangki septik di 9 desa.
• 91 unit jamban sehat di 7 desa.
• 9 unit fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di 9 desa.
• 11 instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal di 11 desa.
Selain itu, untuk memastikan ketersediaan air bersih, DPKPCK membangun 29 titik baru Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang mampu melayani kebutuhan air bersih untuk 1.371 kepala keluarga, atau setara dengan 5.484 jiwa. “Dengan infrastruktur SPAM baru ini, kami berharap kebutuhan air bersih masyarakat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau, dapat terpenuhi,” tambah Johan.
Sebagian besar proyek sanitasi dan air minum tersebut didukung oleh Dana Alokasi Khusus (DAK). Johan menyebutkan bahwa prioritas pembangunan infrastruktur ini adalah masyarakat miskin, sehingga program seperti perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan SPAM, tangki septik, IPAL, jamban sehat, dan MCK dapat benar-benar membantu masyarakat yang membutuhkan.
“DAK menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur permukiman bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Malang. Kami terus berupaya agar program-program ini tepat sasaran,” ungkap Johan.
Program-program yang dijalankan DPKPCK ini diharapkan tidak hanya memberikan akses air bersih dan sanitasi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak dapat membantu mencegah penyebaran penyakit, sementara ketersediaan air bersih mendukung kehidupan sehari-hari dan kesehatan masyarakat.
Baca Juga : Wejangan Sunan Kalijaga di Puncak Jabalkat: Perjalanan Spiritual Menuju Ketauhidan
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, DPKPCK Kabupaten Malang terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan permukiman yang lebih layak dan mendukung penghapusan kemiskinan ekstrem di wilayahnya.