JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro terus berkomitmen memberdayakan koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satu upaya yang telah dilakukan sejak lama yakni memberikan pinjaman dana bergulir kepada koperasi maupun umkm.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang Tito Fibrianto Hadi Prasetya menyampaikan, bahwa Dinas Koperasi dan Usaha Mikro memiliki BLUD UPT Pengelola Dana Bergulir yang fokus pada pengembangan koperasi dan pelaku umkm.
"Anggarannya dari APBD, dulu tahun 2010 dana Rp 7,5 milliar itu diberikan kepada UPT kita dan sekarang sudah BLUD. Jadi sifatnya nanti berupa dana bergulir, harus dikembalikan ada angunannya dan selama ini sudah termanfaatkan," ungkap Tito kepada JatimTIMES.com.
Tito menyebutkan, bahwa pinjaman dana bergulir dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang ini sangat cocok bagi koperasi maupun umkm. Karena pengajuannya sangat mudah dan bunga tiap bulannya sangat rendah.
"Kalau untuk koperasi maksimal pinjamannya Rp 150 juta. Bukan untuk bikin (koperasi) baru. Nanti untuk pinjaman bergulir dari kita kepada koperasi. Lalu untuk usaha mikro maksimal Rp 50 juta," jelas Tito.
Pihaknya mengatakan, pinjaman dana bergulir dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang juga sangat istimewa. Karena bunga dari pinjaman ini hanya enam persen per tahun.
"Bunganya hanya 6 persen per tahun, bisa diangsur dalam dua tahun. Artinya satu bulan hanya 0,5 persen. Sangat kecil sekali. Ini sifatnya membantu. Supaya yang usaha mikro naik kelas dan koperasinya semakin maju," kata Tito.
Disinggung setiap pinjaman yang dilakukan oleh koperasi maupun pelaku umkm apakah juga menyertakan jaminan, Tito pun menyatakan bahwa jaminan yang disertakan sangat mudah sekali.
"Ada angunannya (jaminan) berupa sertifikat tanah atau BPKP mobil atau sepeda motor. Pinjamannya akan disesuaikan dengan jenis usahanya, kelayakan berdasarkan survei kita," ujar Tito.
Sementara itu, sejak tahun 2010 dana bergulir yang diberikan sebesar Rp 7,5 milliar, hingga tahun 2024 perguliran dana sudah mencapai Rp 44 milliar. "Mulai tahun 2010 sampai sekarang tahun 2024 perguliran dana sekitar Rp 44 milliar dari dana Rp 7,5 milliar itu. BLUD itu ada pekerjanya sendiri, tujuh orang staf dan itu yang mengelola BLUD," kata Tito.
Lebih lanjut, pihaknya berharap, dengan mudahnya pengajuan pinjaman dana bergulir ke Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang, semakin banyak koperasi dan umkm yang semakin maju.