Kalau bicara tentang cafe, mungkin di Kota Malang sudah merebak dan mengakar baik secara konsep, tempat maupun ciri khas makanan atau minumannya.
Namun orang yang sering hang out pun bisa jadi tidak memperdulikan awal proses pembuatan minuman dan siapa sebenarnya yang meracik sehingga menjadi cita rasa yang nikmat.
Untuk menambah pengetahuanmu tentang kopi kesukaanmu ini, simak ulasan MalangTIMES berikut !
Untuk kalian yang hobi hang out, bisa jadi tidak banyak tahu tentang istilah Barista? Itu adalah sebutan untuk seseorang yang pekerjaannya membuat dan menyajikan kopi kepada pelanggan. Kata Barista sendiri berasal dari Bahasa Itali yang bermakna 'pelayan bar'.
Dalam sejarahnya, orang-orang Itali sangatlah suka mencari rasa asli kopi. Sebab, di sana orang lebih kenal dengan Espresso atau sarinya kopi.
Saat ini Espresso berkembang lantaran dapat dibuat encer maupun kental sesuai dengan selera. Namun, ada beberapa orang yang ingin menikmati racikan kopi yang paling baik sehingga lahirlah Barista.
Sejak 2007 di Indonesia diadakan 'Kompetisi Barista Indonesia' (Indonesian Barista Competition) yang diselenggarakan oleh 'Asosiasi Spesialis Kopi Indonesia' (Specialty Coffee Association of Indonesia).
Dan pemenang kompetisi tersebut akan mendapatkan kesempatan untuk mewakili Indonesia di kompetisi serupa setingkat Asia.
Lalu pemenang tingkat Asia akan berkompetisi kembali di tingkat dunia yaitu di 'Kejuaraan Barista Dunia' (World Barista Championship).
Perlu diketahui juga gelar 'Juara Barista Dunia' untuk tahun 2010 diraih oleh barista Michael Philips dari Amerika Serikat.
Eny Setyoningsih, Barista Amsterdam Cafe, mengatakan sebenarnya barista itu lebih ke art yang ditonjolkan, namun tetap tidak mengurangi rasa pada minuman itu sendiri.
"Kita main art pada pembuatannya seperti latte, cappucino dan lain-lain. Untuk rasa sendiri, kalian coba saja di sini (Amsterdam Cafe)," ucap Eny saat di temui MalangTIMES.
Sementara itu barista Black Beans Coffee, Abdullah Hasan, menambahkan semua itu harus dilakukan dengan rasa cinta, seperti halnya membuat kopi, kalau dilakukan dengan rasa yang dalam, pasti hasilnya akan beda.
"Barista itu lebih ke art nya, namun harus tahu dulu dasarnya. Sebenarnya semua orang bisa bikin kopi, yang membedakan adalah passionnya, karena kalau bikin dengan hati, pasti rasanya akan lain," pungkas Hasan.