JATIMTIMES - Upaya untuk dapat mengurai kemacetan menjadi salah satu hal yang terus diseriusi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Hal itu karena memang kemacetan masih kerap ditemui di Kota Malang.
Bahkan, hal itu juga sering dikeluhkan oleh masyarakat. Baik pendatang maupun warga Malang. Dan tak jarang, hal itu kerap diunggah ke media sosial dengan harapan bisa mendapat perhatian yang berwenang.
Baca Juga : Puncak Aktivitas Arus Balik di Terminal Arjosari Diperkirakan Terjadi pada Akhir Pekan
Wacana yang terbaru, untuk mengurai kemacetan Pemkot Malang berencana untuk membangun ring road, atau jalan melingkar. Hal itu juga menyusul wacana yang sempat muncul lebih dulu yakni pembangunan underpass.
Dimana sebelumnya, rencana tersebut dimaksudkan untuk bisa mengurai kemacetan di dua titik. Yakni di sebagian wilayah Blimbing dan Lowokwaru.
Wali Kota Malang Sutiaji meyakini bahwa ring road merupakan salah satu solusi yang bisa mengatasi kemacetan di Kota Malang dalam jangka panjang. Selain upaya yang telah dilakukan yakni seperti pelebaran jalan.
"Jadi ring road, underpass dan pelebaran jalan adalah upaya yang dilakukan untuk mengatasi kemacetan dalam jangka panjang," ujar Sutiaji.
Rencana itu pun juga telah dimasukkan ke dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kota Malang. Dimana kemungkinannya, akan dibangun di sisi timur, sejalan dengan keberadaan Exit Tol. Dan diharapkan bisa digunakan untuk kendaraan besar.
"Jadi ring road timur nanti kendaraan besar mohon tidak melintas di dalam kota," imbuh Sutiaji.
Namun tentunya, untuk merealisasikan hal tersebut masih akan melalui proses yang cukup panjang. Dan jika sudah mendapat restu dari semua pihak dan pemangku kepentingan, akan dilakukan pembebasan lahan terlebih dahulu.
"Kalau ring road itu dengan Pemerintah Pusat karena ada pembebasan lahan," jelas Sutiaji.
Baca Juga : Arus Balik di Terminal Arjosari Mulai Merangkak Naik
Sementara sebelumnya, Pemkot Malang juga telah melakukan rekayasa lalu-lintas dan manajemen angkutan jalan di sekitar kawasan Kayutangan.
Dimana hal ini salah satunya juga dimaksudkan untuk mengurai kemacetan di sekitar kawasan tersebut dan juga di sebagian wilayah Kecamatan Klojen.
Informasi yang dihimpun JatimTIMES, sejauh ini rekayasa tersebut memang disebut cukup efektif mengurai kepadatan arus lalu-lintas.
Terutama di beberapa titik yang sudah dikenal menjadi daerah langganan macet. Karena menumpuknya kendaraan hingga menyebabkan penundaan arus lalu-lintas.
Meski begitu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) terus mengevaluasi. Kendati ditemukan adanya kepadatan arus lalu-lintas, masih dapat ditoleransi.
"Sekarang ini kalau berdasarkan hitungan matematis dari pakar transportasi UB, (derajat) kejenuhan sudah di bawah 1. Hanya tinggal 0,5 atau 0,6," ujar Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra beberapa waktu lalu.