Nurbani Yusuf
Nurbani Yusuf

Generasi Ken Arok, ketika guru diperlakukan dengan sangat buruk atas kealpaan yang tak sengaja dibuat.

Kealpaan guru saat mengajar bukan kriminal ... !

Idealnya Guru punya wenang saat di dalam kelas. Saat mengajar, saat memberikan penjelasan atas sesuatu, saat memilih metode, saat memilih lokasi, saat memilih strategi, saat memberikan penilaian, tidak boleh ada intervensi oleh lembaga apapun dan atas nama apapun. Camkan itu!

Kealpaan saat menjalankan profesinya tak harus disikapi secara kriminal, apalagi dianggap kejahatan. Itu pikiran naif. Bodoh, saya bilang bahkan sangat bodoh!

Saya marah. Saya geram dan sangat marah. Perlakuan pak polisi atas tiga orang guru karena kealpaan, salah hitung, salah prediksi adalah hal biasa. Sesuatu yang sangat manusiawi. Tapi perilaku pak polisi saat menyikapi dan memamerkan kesalahan para guru di depan publik sungguh suatu perilaku pagan, tanpa adab, tuna moral dan tidak etis.

Sebagai guru saya melawan. Bukan membela kealpaan yang telah para guru buat, tapi melawan atas perlakuan pak polisi, melawan rasa keadilan yang ditunjukkan para penegak keadilan terhadap profesi. Karena sesungguhnya pak polisi sedang tidak menghukum tiga guru yang alpa, tapi melakukan reduksi nilai di depan publik dan pembunuhan karakter guru sebagai sebuah profesi yang seharusnya dimuliakan. Dan itu lebih kejam. Lebih kriminal. Lebih tak manusiawi.  

Pak polisi telah menggiring opini publik terhadap eksistensi institusi keguruan dan keilmuan secara akut dan tidak humanis.

Saya guru sejak 30 tahun lalu, berbagai kenangan baik suka maupun duka semua sudah saya alami. Berkali saya harus membersihkan bau pesing dari anak-anak kecil yang belum tahu caranya buang air, tak tahu caranya makan dengan tangan kanan, kami ajarkan sopan santun terhadap orang tua, kami ajarkan mereka membaca dan berhitung.

Bahwa kami alpa sudah pasti. Bahwa kami penuh kurang, tidak saya pungkiri. Tapi anak-anak selalu ada dalam doa-doa yang sering saya sebut. Agar anak anak terjaga dari akibat buruk kesalahan kami.

Jadi jangan pernah satu kealpaan yang kami buat lantas diurus dengan cara kriminal sebagai pesakitan. Ini menyedihkan, sangat menyedihkan. Dan petaka bagi dunia keguruan. Bangsa tuna moral,  tuna adab. Pak polisi harus muhasabah, berapa puluh kesalahan bahkan ratusan kesalahan dan kealpaan yang dibuat oleh oknum kepolisian apakah juga akan diperlakukan sama ?

Kita tak ada yang sempurna,  tak ada yang absolut benar, termasuk kami para guru.  Tapi kepolisian juga bukan lembaga suci steril dari alpa, non sens saya bilang.  Jadi kita sama-sama kurang, maka berempati-lah sedikit!

Dan perlakuan pak polisi atas tiga orang guru yang sedang alpa saat mengajar adalah sangat menyedihkan !!!

@nurbaniyusuf
Guru di Universitas Muhammadiyah Malang