MALANGTIMES - Anda beritakan apa ... ? Tanya penulis buku The dead Expertise. Ton Nicholson yang geram dengan penyebar hoax tapi tak berasa. Termasuk bertanya untuk sesuatu yang sudah ia ketahui jawabnya.

^^
Fitnah datang ke rumah-rumah seperti kepingan malam. Demikian nabi saw pernah memprediksi kondisi dunia menjelang kiamat. Fitnah adalah berita tidak benar. Lebih keji dari membunuh. Disebar untuk meracuni. Membentuk opini buruk. Bahkan lebih jauh dapat membunuh karakter seorang.

Umar Ibnul Khattab bermimpi tentang pintu besar yang di dobrak jatuh dan patah. Mimpi tentang terbukanya fitnah. Diawali dengan syahidnya sang khalifah di pucuk pisau belati Abu Lu' Lu'. Umar Al Farouk roboh disaat Islam sedang dalam puncak pertumbuhan. Berbagai ekspedisi tengah dilakukan. Dan isu politik menyebar luas.

Semua kita adalah jurnalis. Dan kita menjadi reporter, editor bahkan mcr bagi diri kita sendiri. Kita yang menentukan, memilih dan menyensor berita yang akan kita publikasikan. Apakah gambar wajah atau aib orang lain. Apakah jenis makanan atau pakaian. Apakah sekedar canda atau caci maki. Apakah karya sendiri atau sekedar kopi dan share. Semua bergantung kita.

*^^^*
Orang bisa tahu jurnalis macam apa kita. Apakah: oposan yang selalu melawan. Mitra yang selalu memberi solusi dan jalan tengah. Atau hanya sekedar tukang gosip penyebar hoax.

Kita hidup pada era dimana budaya literasi sangat rendah. Orang lebih suka baca status ketimbang buku. Dari status itulah pengetahuan diperoleh. Opini dibentuk. Dan karakter di dapat.

Kita adalah editor bagi diri kita sendiri. Konten berita yang kita sebar itulah jawaban. Tengok kembali semua status dan lihat kita jurnalis macam apa.

*^^^^**
Jadilah jurnalis yang mem-publish kebaikan dan berita positif. Bukan sebar hoax, fitnah dan kebencian. Karena semua akan kembali melahabmu. Siapa menanam angin akan menuai badai.

@nurbaniyusuf
Jurnalis: Direktur Utama Agropolitan Televisi Kota Batu