Bupati Malang HM Sanusi saat mengkritik membeludaknya masyarakat yang pergi ke Rumah Sakit hanya untuk minta surat keterangan bebas Covid-19 (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Bupati Malang HM Sanusi saat mengkritik membeludaknya masyarakat yang pergi ke Rumah Sakit hanya untuk minta surat keterangan bebas Covid-19 (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Semenjak virus corona mewabah ke Indonesia, terutama ke wilayah Kabupaten Malang, banyak masyarakat yang merasa paranoid jika dirinya telah tertular penyakit yang memiliki nama ilmiah Covid-19 tersebut.

Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Malang HM Sanusi saat menghadiri berbagai giat pemerintahan beberapa hari ini. Menurutnya, warga yang pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri tersebut, hanya mengalami sakit flu biasa. Bahkan flu yang diderita tersebut bukan karena terjangkit virus corona.

Baca Juga : Sudah Diwajibkan, Pemerintah Kabupaten Malang Bakal Bagikan 120 Ribu Masker ke Masyarakat

”Saya harap masyarakat tidak usah panik (dengan mewabahnya virus corona). Karena laporan dari rumah sakit banyak masyarakat yang hanya sakit flu dan batuk, tapi minta keterangan bebas covid-19,” keluh Sanusi sembari tersenyum kecil.

Menanggapi kepanikan yang terkesan berlebihan tersebut, Sanusi meminta kepada masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan penanggulangan wabah corona kepada pemerintah. ”Harusnya tidak demikian (pasien flu minta surat bebas covid-19), masyarakat tenang saja tidak usah panik,” kritik Sanusi.

Meski meminta agar warganya tidak panik, orang nomor satu dalam pemerintahan di Kabupaten Malang ini juga mengimbau kepada masyarakat agar turut berpartisipasi mengantisipais mewabahnya virus corona.

Misalnya dengan menjaga kebersihan, rutin mencuci tangan, dan bila perlu mengenakan masker jika berpergian keluar rumah. Namun, jika dirasa tidak terlalu penting, Sanusi meminta agar masyarakat tetap berada di dalam rumah untuk mensukseskan program social distancing.

”Belum ada perkembangan, jumlah pasien positif corona tetap 5 orang. Saat ini yang menjalani perawatan kondisinya terpantau semakin membaik,” ujar Sanusi.

Baca Juga : Ranking 5 Se-Jatim, Petugas Medis dan Dosen di Kabupaten Malang Ada yang Positif Covid-19

Seperti yang sudah diberitakan, merujuk pada laman Satgas Covid-19 Kabupaten Malang, data terkait sebaran virus Corona periode 30 Maret 2020, tercatat ada 618 orang yang masuk dalam kategori ODR (orang dalam risiko).

Kemudian untuk kategori ODP (orang dalam pemantauan) ada 61 orang. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) tercatat ada 17 orang. Di sisi lain, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 terpantau ada 5 orang. Di mana 1 orang pasien dinyatakan telah meninggal dunia, sedangkan 4 pasien lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.