Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji (kenakan kebaya pink) didampingi Wakil Ketua TP PKK Ely Estiningtyas (paling kanan) saat memantau perlengkapan IVA Test di Puskesmas Polowijen. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji (kenakan kebaya pink) didampingi Wakil Ketua TP PKK Ely Estiningtyas (paling kanan) saat memantau perlengkapan IVA Test di Puskesmas Polowijen. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Jumlah kasus kanker serviks di Indonesia terbilang besar, yaitu sebanyak 32.469 kasus per tahun. Hal itu membuat Indonesia menduduki posisi kedua kasus kanker serviks terbesar di dunia pada 2018 lalu. Hal itu menjadikan kanker serviks sebagai salah satu jenis penyakit yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

Di Kota Malang sendiri, jumlah penderita kanker serviks terbilang cukup besar. Bukan hanya perempuan yang berumah tangga. Di kalangan peremp uan remaja, bahkan diketahui ada beberapa yang mengalami kanker serviks. Kondisi itu membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berupaya menekan angka kanker serviks di Kota Pendidikan ini.

Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji menyampaikan, kanjer serviks menjadi salah satu yang terus diperangi. Melalui pergerakan yang dilakukan, jumlah kanker serviks ditargetkan untuk terus ditekan. Salah satu upayanya adalah melalui program IVA Test. "Selain itu juga ada program Sarari, yaitu periksa payudara sendiri," katanya, Kamis (20/2/2020).

Dia menyampaikan, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan, utamanya organ intim, terbilang kurang. Sehingga banyak penderita kanker serviks yang mengetahui kondisinya saat penyakit yang dideritanya sudah parah. "Apalagi, gejala awal kanker serviks itu tidak dapat dideteksi oleh orang awam," ungkapnya.

Sehingga, dia mendorong agar masyarakat memanfaatkan program IVA Test yang kini dapat dinikmati masyarakat di seluruh puskesmas yang ada. Terlebih program ini dapat dinikmati secara gratis menggunakan BPJS Kesehatan.

"Manfaatkan BPJS yang dimiliki. Kami juga harapkan agar para suami memberi perhatian untuk memeriksakan istrinya. Idealnya, dalam setahun cukup sekali periksa," imbuh Widayati.

Lebih jauh Widayati menyampaikan, Kota Malang saat ini ditunjuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) untuk mengikuti lomba IVA Test. Persiapan yang dilakukan untuk mengikuti program tersebut adalah melibatkan TP PKK dan Dinas Kesehatan dalam setiap sosialisasi yang dilakukan.

"Dan kami akan lakukan MoU untuk lakukan sosialisasi agar semua unsur lebih mengetahui pentingnya IVA Test untuk kesehatan para perempuan," ucapnya.

Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, dia optimistis mampu meraih juara. Namun, meski begitu,  upaya memberantas kanker serviks tetap menjadi hal mendasar yang harus dilakukan. Terlebih kasus kanker serviks di Kota Malang tidak hanya menimpa perempuan dewasa, tapi juga perempuan remaja.