Wali Kota Malang Sutiaji (pakai blankon paling kiri) saat mengisi Musrenbang Perempuan yang digelar Bappeda Kota Malang, Kamis (20/2).(Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (pakai blankon paling kiri) saat mengisi Musrenbang Perempuan yang digelar Bappeda Kota Malang, Kamis (20/2).(Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Keberadaan kaum perempuan kiranya telah memiliki elektabilitas yang signifikan. Di Kota Malang, dari total penduduk sebanyak 916 ribu lebih, jumlah perempuan sekitar 458 ribu. Artinya perempuan lebih mendominasi dibandingkan dengan laki-laki yang berada di angka 457 ribuan.

Hal itulah yang menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Bagi pemkot, kehadiran kaum perempuan memiliki peran yang penting dalam perencanaan pembangunan daerah. Namun, disadari pula, ketimpangan persoalan gender di tengah masyarakat masih dinilai cukup tinggi, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, sosial dan budaya.

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, seperti di bidang kesehatan, perempuan dinilai memiliki peran yang cukup tinggi. Salah satunya mengenai adanya pembelajaran reproduksi, yang bisa mulai dikenalkan sejak dini.

"Pemerintah juga harus hadir, bagaimana peranan di bidang kesehatan nanti. Saya minta nanti ada sex education bagi anak, bagi pemuda dan remaja, pranikah terutama. Bagaimana bidang kesehatan bisa menjalankan itu," ucapnya saat mengisi acara Musrenbang Perempuan yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kota Malang, Kamis (20/2).

Dijelaskan, keterlibatan perempuan secara aktif dan partisipatif dalam pembangunan sangat diperlukan. Karena itu, melalui musrenbang ini, bisa dirumuskan Iangkah-langkah perempuan untuk meningkatkan kualitas diri, bentuk kontribusi, dan peran serta perempuan dalam kancah pembangunan.

"Nanti itu masuk dalam perencanaan optimalisasi potensi. Perempuan-perempuan hebat di Kota Malang sampai pada pemberdayaan. Apalagi kita sudah masuk era 4.0, semuanya serba digitalisasi. Wadah apa yang dibutuhkan bagi perempuan untuk lebih produktif," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sutaiji mengatakan nantinya usulan-usulan kegiatan yang masuk dalam program RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah) 2021 akan lebih difokuskan. Potensi-potensi perempuan diharapkan mampu dikelola dengan baik untuk pembangunan daerah.

"Perempuan juga menjadi salah satu potensi bagi daerah. Maka kalau ingin maju, potensi ini harus dikelola dengan baik agar mampu berperan dengan muara keseteraan gender dalam pembangunan daerah," tandasnya.