Screenshot video. (istimewa)
Screenshot video. (istimewa)

MALANGTIMES - Sebuah video berdurasi 11 detik menunjukkan seorang guru yang memukul siswanya viral di berbagai media sosial. Diketahui aksi tersebut terjadi di SMA Negeri 12 Bekasi dan dilakukan oleh guru inisial I. 

Aksi pemukulan tersebut dilakukan di depan puluhan siswa yang lain di lapangan.

Baca Juga : Peduli Covid-19, Hawai Grup Sumbang Ratusan APD ke Pemkot Malang

Oknum guru memukul tangan kanan korban tiga kali. Tak hanya tangan, kepala korban juga menjadi sasaran pukulan. Selang beberapa saat, pundak kiri siswa malang tersebut juga dipukul.

Suara pukulan tersebut cukup keras, padahal kejadian tersebut direkam dari jarak jauh. Suara guru pelaku tersebut juga sangat keras saat membentak-bentak korban. Alasan pemukulan itu lantaran siswa tersebut terlambat.

Ditindak tegas, guru inisial I tersebut dicopot dari jabatan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. Hal itu diungkap Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat berkunjung ke SMAN 12 Bekasi.

"Tentunya ada sanksi yang diberikan, sekolah akan mengambil sikap sesuai dengan stratanya. Nanti dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat melihat itu, respons dari provinsi sangat cepat, sanksinya dibebastugaskan," ujar Tri dilansir dari Kompas.com.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 12 Kota Bekasi Ade Saeful Bahri menjelaskan bahwa peristiwa pemukulan guru di sekolahnya itu terjadi pada hari Selasa (11/2/2020), sekitar pukul 7.30 WIB. Saat itu, ada sekitar 120 siswa yang terlambat masuk kelas.

"Ada siswa yang terlambat sebanyak 120 siswa jam 07.30 WIB sedangkan sekolah tutup jam 06.45 WIB. Kemudian yang telat disuruh berbaris di lapangan lingkungan sekolah," kata Ade dilansir dari jabar.suara.com.

Baca Juga : Viral Surat Stafsus Jokowi untuk Camat, Dicoreti Bak Skripsi hingga Berujung Minta Maaf

Oknum guru di SMA Negeri 12 Kota Bekasi itu lantas menyetrap muridnya di lapangan. Kemudian para siswa tersebut dicek juga kelengkapan atribut seperti ikat pinggang, topi dan lainnya.

"Saat cek kelengkapan atribut tersebut. Ada siswa yang tidak pakai ikat pinggang sebanyak 5 orang. Kemudian Wakasek Kesiswaan Idiyanto Muin marah-marah dan langsung mukul ke lima siswa tersebut. Kalau yang di video itu siswa bernama Wahid Sanjaya kelas 12 IPS 2," jelas dia.

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Bekasi, Aris Setyawan mengaku kecolongan dengan adanya peristiwa itu. Aris mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan investigasi di lapangan terkait pemukulan terhadap murid SMAN 12. Setelah investigasi, ia menemukan bahwa guru yang memukul anak muridnya itu memang bersifat temperamental.

"Setelah kita dalami ternyata faktor pribadi dari tenaga pendidik ini yang memang bermasalah dan ini sudah kita tindaklanjuti karena memang ada pengaduan juga di kami dari salah satu orang tua korban," kata dia.