Petugas saat melakukan penyisiran guna mencari keberadaan balita yang diduga hanyut terbawa arus sungai.
Petugas saat melakukan penyisiran guna mencari keberadaan balita yang diduga hanyut terbawa arus sungai.

MALANGTIMES - Pencarian Moh. Rafa Alfaris, balita 3,5 tahun yang diduga hanyut terbawa arus sungai, masih belum membuahkan hasil. Hingga hari ini (Kamis 13/2/2020), petugas gabungan masih terus melakukan penyisiran guna mencari keberadaan Rafa.

”Petugas pencarian ditambah. Kemarin hanya 3 sru (tim). Hari ini (Kamis 13/2/2020) bertambah menjadi 5 sru,” kata Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang Mudji Utomo.

Pada pencarian hari keempat ini, personel yang terlibat dikerahkan untuk melakukan penyisiran hingga ke Kota Malang. ”Metode pencariannya masih sama dengan hari sebelumnya. Hanya, wilayahnya diperluas hingga ke kawasan sungai yang ada di wilayah Kota Malang,” jelas Utomo.

Untuk tim 1, lanjut Utomo,  pencarian dilakukan dengan penyisiran mulai dari TKP (tempat kejadian perkara) di Perumahan GPA (Griya Permata Alam) hingga ke Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Kemudian tim 2 melakukan penyisiran dan pemantauan mulai dari Kepuharjo hingga ke Desa Jetis, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, dan sekitarnya.

Sedangkan tim 3 bertugas melakukan pencarian mulai dari Desa Banjararum hingga ke kawasan Araya, Kota Malang. Terakhir, tim 4 dan 5 bergerak mulai dari Araya hingga ke kawasan Muharto.

”Sementara masih nihil. Petugas masih melakukan pencarian sesuai dengan pos masing-masing,” ujar Utomo.

Seperti diberitakan  sebelumnya, Moh. Rafa Alfaris dikabarkan hilang terseret arus banjir di selokan depan rumah neneknya pada Senin (10/2/2020) petang. Saluran drainase yang ada di Perumahan GPA tersebut mengarah ke Sungai Bodo, Dusun Ngepeh, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Sekitar 80 personel gabungan dari Polsek Karangploso dan Koramil Karangploso, PMI Kabupaten Malang, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), SAR, serta beberapa relawan dan dibantu warga, dikerahkan untuk melakukan pencarian.

Selain melakukan pencarian dengan cara penyisiran di kawasan sungai, pihak keluarga korban dan warga setempat juga ada yang melakukan upaya pencarian dengan cara adat. Yakni memukul peralatan dapur seperti wajan, panci, dan baskom dengan sotil dan sendok.

Hal iti dilakukan karena sebagian warga ada yang meyakini jika balita 3,5 tahun tersebut dibawa makhluk halus. Namun, meski sudah mencari di kawasan pemakaman dan bangunan kosong di sekitar lokasi kejadian, balita yang akrab disapa Rafa ini tak kunjung ditemukan.