MALANGTIMES - Harga buah semangka yang terjun bebas dalam sepekan terakhir membuat sejumlah petani di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menangis karena merugi hingga jutaan rupiah.
"Panenan kali ini mbok-mbokane ae ora mbalik (modal atau biaya produksinya saja tidak kembali)," keluh H Makhrus, salah satu petani semangka di Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung pada Selasa (29/9/2015).
Baca Juga : Pertama Kalinya di Malang Ada Studio Apartemen Luas Harga Termurah Hanya di Kalindra
Menurutnya, harga semangka saat ini hanya berkisar Rp 1.800 - 1.900 per kilogram. Harga itu sangat jauh dibandingkan saat panen raya sekitar dua bulan sebelumnya yang sempat menyentuh angka Rp 35 ribu per kilogram.
Akibatnya, petani pun terpaksa memanen dengan sistem borongan senilai Rp 12 juta untuk dua bahu atau 500 are kebun semangka. "Biaya modalnya saja, mulai dari tanam, perawatan sampai panen habis lebih dari Rp 20 juta. Kami benar-benar merugi," imbuh Ahmad, petani semangka lain.
Sementara di mata pedagang, anjloknya harga semangka di pasaran dipicu oleh panen raya yang hampir bersamaan di sejumlah daerah, terutama dari wilayah Jatim bagian timur seperti Jember, Situbondo dan Banyuwangi. Melimpahnya pasokan mendorong harga semangka terus berangsur turun hingga level terendah seperti saat ini. (*)
