MALANGTIMES - Aktivitas vulkanis Gunung Bromo yang cenderung meningkat beberapa waktu terakhir, membuat pihak pengelola kawasan membatasi pengunjung yang masuk dari wilayah Poncokusumo untuk memasuki laut pasir. Pembatasan dilakukan dengan alasan keamanan dan kesehatan.
Baca Juga : Menghilang, Satu Pendaki Gunung Panderman Ditemukan Tewas, Saksi Sebut Seperti Kesurupan
"Sejauh yang saya ketahui, pengunjung yang akan ke Gunung Bromo dilarang mendekati lautan pasir," kata Tri Wahyana Mudra, staf SPTN (Seksi Pengelolaan Taman Nasional) Wilayah 2 Balai Besar TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru).
Para pengunjung Gunung Bromo yang masuk dari Malang dibatasi hanya sampai wilayah Jemplang. "Selebihnya dilarang, karena alasan keamanan dan kesehatan," ujar Tri kepada MALANGTIMES.
Ditambahkannya, abu vulkanik akibat erupsi Gunung Bromo mulai dirasakan warga sampai wilayah Tumpang sejak empat hari lalu.
Sementara, lanjutnya, untuk pendakian Gunung Semeru sudah ditutup sejak 4 Januari 2016.
Baca Juga : Bantuan Dana Dampak Covid-19 Bagi Sopir di Kabupaten Malang Segera Cair
Tri yang ditemui di kantornya yang berada di Jalan Raya Tulus Ayu, Tumpang, menjelaskan bahwa SPTN bertugas pada pengamanan kawasan yang dinaunginya. "Orientasi kita lebih pada pengamanan dan konservasi kawasan," ujarnya.
Area yang dicover oleh SPTN Wilayah 2 TNBTS meliputi Kecamatan Jabung, Tumpang, Poncokusumo, dan Wajak. (*)
