Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Gaya

Lembayung Handcraft, Kesederhanaan Menghasilkan Karya Mempesona

Penulis : Rochmat Sobirin - Editor : Redaksi

19 - Jun - 2015, 04:31

Placeholder
Iwan (berbaju merah) dan Gale di tengah proses produksi. (Foto: Nabila/malangtimes)

SIAPA sangka dari sepetak rumah sederhana di Jalan Akordion 7 Malang, lahir karya tangan istimewa. Ialah bapak dan anak, Iwan Wahyudi dan Gale Ranawahyudi, sebagai lakon utama usaha kerajinan tangan bernama Lembayung Handcraft, yang dirintis sejak 2008 lalu.

Lembayung sendiri merupakan sebutan bagi daun kacang. Maksud pemberian nama itu, agar di mana pun produk Lembayung Handcraft beredar, identitas asli Indonesia tak luntur.

Tidak ada yang istimewa ketika memasuki rumah produksi. Hanya berjajar dua mesin jahit di bagian depan, satu mesin jahit di sebelah pintu, kemudian meja pola, serta sisa ruang untuk memotong dan mengelem bahan.

Tetapi, dari kesederhanaan itu lahir karya tangan unik dan menarik. “Pada awalnya kami hanya membuat tas-tas imitasi murah. Tetapi bapak bilang, sekalian tas yang bagus saja,” ujar Gale pada MALANGTIMESKamis siang (20/6) di depan rumah produksinya.

Bermula dari rasa ingin berbeda dan berkembang, Iwan dan anaknya, Gale, serius menggeluti usaha kerajinan tangan ini. Kualitas dan inovasi produk, membedakan karya ini dengan produk lain.

“Produk kami sifatnya terbatas, sesuai order customer. Kain songket dan batik Nusantara dipadu berbagai macam kulit, menjadi ciri khas kami,” jelas Gale, pria kelahiran Kota Malang, 1993 itu.

Sementara, Iwan Wahyudi selaku pemilik juga ikut berperan dalam proses produksi. Pria berumur 44 tahun ini lebih memilih kembali ke kampung halamannya setelah lebih dari 21 tahun tinggal di Bali.

“Ide usaha ini Bapak bawa dari Bali, ketika sedang bekerja pada pengrajin sepatu dan sandal,” papar Gale, membeberkan asal mula tercetusnya ide sang ayah.

Meski jumlah karyawan relatif kecil, hanya 8 orang termasuk Gale dan Iwan, namun produknya telah tembus pasar luar negeri, dengan jumlah pesanan lebih dari 300 tas, dan 350 berupa souvenir. “Paling jauh produk kami telah sampai di Serbia dan Budapest,” tambahnya.

Omset Lembayung Handcraft tergolong stabil, termasuk pada momen awal Ramadhan seperti ini. “Untuk tas Alhamdulillah selama Ramadhan tetap, cenderung meningkat, tidak menurun,” akunya.


Topik

Gaya lembayung handcraft



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Rochmat Sobirin

Editor

Redaksi