Polsus-Keamanan Stasiun Malang
Polsus-Keamanan Stasiun Malang

MALANGTIMES - Sejumlah polisi khusus kereta api (polsuska) dan personel keamanan tampak berjaga di depan Stasiun Malang Kotabaru, Kamis (8/10/2020). Pasalnya, massa aksi demontrasi menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law berujung ricuh di area sekitar stasiun.

Suara petasan dan tembakan gas air mata juga terdengar di sekitar Jalan Trunojoyo atau depan Stasiun Malang Kotabaru. Titik kumpul massa pun tak hanya di kawasan Balikota Malang dan gedung DPRD Kota Malang.

Baca Juga : September, BMKG Malang Catat Terjadi 67 Gempa Bumi

Kepala Stasiun Malang Heru Suprapto mengungkapkan, selama aksi berlangsung, pihaknya menambah personel keamanan. “Kami siagakan Polsuska sebanyak 9 orang, ditambah personel security (keamanan) lengkap sebanyak 12 orang. Kami juga dibantu personil TNI AL untuk membantu pengamanan di area stasiun,” jelasnya.

Heru menguraikan, keberangkatan dan kedatangan kereta di Stasiun Malang Kotabaru sejak pukul 08.00 hingga 14.30 WIB tidak terkendala. "Sejak pagi hingga siang ada 7-8 perjalanan kereta api. Berjalan lancar," kata Heru.

Kereta api yang beroperasi itu rata-rata merupakan KA lokal. Hanya satu kereta jarak jauh yang beroperasi, yakni KA Tawangalun. “Untuk satu kereta rata-rata mengangkut 50-70 penumpang," tambahnya.

Akibat aksi demo tersebut, poros jalan utama di depan stasiun sempat ditutup untuk masyarakat umum. Pihaknya pun telah memberikan informasi pada para penumpang yang turun di Stasiun Malang Kotabaru mengenai kondisi di sekitar stasiun.

Baca Juga : Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19, Polres Malang Komitmen Jaga Kamtibmas Bersama Ormas

"Kita sarankan pada penumpang yang datang ke stasiun atau turun dari stasiun untuk melewati jalur alternatif yang tidak ada penumpukan massa,” pungkasnya.