tim medis relawan
tim medis relawan

MALANGTIMES - Pemandangan lain tampak di sela demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja di Kota Malang, Kamis (8/10/2020). Sejumlah relawan dari komunitas-komunitas masyarakat sipil turut membantu mengevakuasi korban luka saat unjuk rasa ricuh.

Ada tiga ambulance gratis yang disiagakan untuk mengevakuasi korban luka ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Sementara, korban luka ringan juga mendapat pertolongan dari tim medis relawan.

Baca Juga : Beredar di Medsos, Ini Isi Telegram Kapolri soal Larangan Demo Buruh

Koordinator lapangan KNDJH Rescue 020 Kota Malang, Saiful Bahri mengungkapkan bahwa tim relawan sudah bersiaga mulai pukul 10.00 WIB di Jalan Kertanegara. Sejumlah alat-alat medis pertolongan pertama pada kecelekaan (P3K) juga disiapkan, mulai dari tabung oksigen, obat-obatan, perban, dan lain-lain.

"Jauh-jauh hari kami sudah kondisikan rekan-rekan, terutama tim medis dan ambulance kemarin (usai mendapat informasi demonstrasi). Setelah melakukan koordinasi, kami bagi tugas untuk (antisipasi) demo hari ini, untuk evakuasi yang banyak jatuh korban," ujar Cak Ipul, sapaan akrabnya.

Saiful menyebut, hingga pukul 14.30 WIB sudah puluhan korban yang dievakuasi. Untuk korban luka ringan, lansung mendapat penanganan tim medis.

"Korban diantarkan ke UGD RSSA Malang. Banyak, puluhan dari demonstran yang kena gas air mata kita evakuasi. Keluhannya napas, luka-luka, terus kepala bocor, ada yang tidak sadarkan diri," terangnya.

Baca Juga : Tolak UU Cipta Kerja, Polres Malang Persilakan Buruh Pasang Spanduk di Perusahaan

Menurut Saiful, tim relawan akan bersiaga hingga situasi unjuk rasa kondusif. "Total ada 3 ambulance (stanby) dari KNDJH Rescue 020 dan Yayasan Peduli Kasih dan Malang Strudel. Kurang lebih ada 15 personel, di-back up juga oleh Komunitas Es Teh Anget," pungkasnya.