Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat meninjau penemuan situs Pendem sebelum pandemi Covid-19 di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo. (Foto: istimewa)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat meninjau penemuan situs Pendem sebelum pandemi Covid-19 di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Sebagian besar, anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Batu khususnya Dinas Pariwisata dialihkan untuk menangani pandemi Covid-19. 

Meski demikian, bukan berarti program-program untuk mengembangkan pariwisata berhenti.

Baca Juga : Jika Bulan September Covid-19 Belum Berakhir, PAD Kabupaten Malang Bisa Anjlok 60 Persen

 

Pada tahun 2020 ini, selain fokus pada memutus mata rantai Covid-19, Pemkot Batu juga melakukan pemeliharaan untuk beberapa situs cagar budaya yang ditemukan beberapa saat lalu di Kota Batu.

“Meskipun anggaran digeser untuk menangani bencana non alam ini, kami juga fokus akan pemeliharaan situs cagar budaya yang ada di Kota Batu,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono.

Ada tiga situs yang akan dilanjutkan ekskavasi dan pemeliharaannya yakni, Situs Pendem di Dusun Pendem, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Makam Dinger di  Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji, dan situs Rondo Kuning di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu.

Nantinya, akan ada upaya pemeliharaan rutin untuk ketiga situs itu, mulai dari pemagaran dan pembuatan atap di sekeliling peninggalan cagar budaya. 

“Untuk situs Rondo Kuning akan diberi atap, kalau Makam Dinger akan dipagar sekelilingnya,” ucapnya.

Seperti diketahui, kondisi Makam Dinger yang merupakan peninggalan tahun 1800an, hingga saat ini tidak terdapat pagar.

Baca Juga : Nuzulul Qur'an, Ma'ruf Amin Ajak Masyarakat Untuk Mohon Pertolongan Melawan Covid-19

 

Akibatnya, masyarakat bisa dengan bebas masuk dalam area peninggalan Belanda tersebut.

“Untuk seluruhnya di tiga tempat ini anggarannya Rp 200 juta. Karena memang ke depan agar situs ini terawat, dan jadi destinasi nantinya,” kata mantan Kasatpol PP Kota Batu ini.

Dengan dilakukannya pemeliharaan itu, ke depan diharapkan bisa menjadi destinasi wisata budaya dan pembelajaran wisata cagar budaya di Kota Batu. 

“Ya semoga bisa terwujud juga sebagai wisata edukasi,” harapnya.