Foto ilustrasi. (istimewa)
Foto ilustrasi. (istimewa)

MALANGTIMES - Muncul desas-desus bahwa Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr Fauzan MPd ingin menganulir Surat Keputusan (SK) Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Dikti Litbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah tentang Pengangkatan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMM Masa Jabatan 2020-2024.

Baca Juga : Alumni Benarkan Adanya Desas-desus Pergantian WR III UMM

Surat yang ditandatangani Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah Prof H Lincolin Arsyad PhD dan Sekretaris Muhammad Sayuti MPd MEd PhD itu mengangkat dan menetapkan Dr Nur Subeki ST MT sebagai WR III bidang kemahasiswaan dan alumni UMM masa jabatan 2020-2024.

Baca Juga : Alumni Benarkan Adanya Desas-desus Pergantian WR III UMM

Info yang beredar, Fauzan tidak puas dengan keputusan tersebut. Ia ingin mempertahankan formasi lamanya, yakni Prof Dr Syamsul Arifin MSi sebagai WR I, Dr H Nazaruddin Malik SE MSi sebagai WR II, dan Dr Sidik Sunaryo SH MSi MHum sebagai WR III.

Sehingga, Fauzan disebut  bermaksud mengganti nama Subeki dengan Sidik Sunaryo yang sebelumnya memang menjabat sebagai WR III UMM. Sementara WR I dan WR II menurut keputusan PP Muhammadiyah tetap diduduki Syamsul dan Nazaruddin.

BACA JUGA: https://malangtimes.com/baca/51336/20200415/151300/penunjukan-wakil-rektor-iii-umm-timbulkan-polemik-rektor-minta-anulir-sk-pp-muhammadiyah

Wakil Rektor II Dr H Nazaruddin Malik SE MSi menepis tuduhan tersebut. Menurut dia, bukannya akan mengusulkan pergantian WR III, Fauzan akan menambah kursi yakni, jabatan WR IV yang membidangi kelembagaan, pengembangan SDM, dan kerja sama.

Sementara menurut rumor, jabatan WR IV adalah satu siasat Fauzan untuk mempertahankan Sidik. Hal ini disebabkan keputusan PP Muhammadiyah bersifat final dan tidak bisa ditawar.

Akan tetapi, Nazar, sapaan akrab Nazaruddin, menyampaikan adanya penambahan jabatan WR IV ini dilakukan lantaran merespons perkembangan. "Jujur kalau mau dikatakan, memang bidang IV itu adalah bidang yang kami munculkan melihat perkembangan situasi yang bergulir, bukan perkembangan situasi pemilihan, bukan perkembangan situasi akibat pemilihan, tapi merespons perkembangan yang harus kami jawab di masa periode yang berikutnya ini," ungkapnya.

Nazar  mengatakan, usulan itu dibuat karena formasi sebelumnya tidak meng-cover perkembangan yang dibutuhkan dalam situasi tiga tahun terakhir. Dia pun memaklumi adanya usulan penambahan kursi WR IV ini akan menimbulkan kontroversi.

BACA JUGA: https://malangtimes.com/baca/51337/20200415/151600/alumni-benarkan-adanya-desas-desus-pergantian-wr-iii-umm

"Versinya macam-macam tapi memang versi itu sangat mungkin terjadi karena kita baru pertama memunculkan WR IV. Kemudian tidak mengusulkan nama. Itu kan sangat berat," ucapnya.

Baca Juga : Penunjukan Wakil Rektor III UMM Timbulkan Polemik, Rektor Minta Anulir SK PP Muhammadiyah

Ya, khusus untuk WR IV, Nazar menyampaikan bahwa pimpinan tidak mengusulkan nama kandidat. Nama kandidat yang sebelumnya diusulkan ada sembilan. Masing-masing jabatan ada tiga usulan nama kandidat. Yakni tiga nama kandidat untuk WR I, tiga nama kandidat untuk WR II, dan tiga nama kandidat WR III. Sebab, memang menurut pakem, pengusulan untuk masing-masing bidang standarnya ada tiga nama kandidat.

Baca Juga : Penunjukan Wakil Rektor III UMM Timbulkan Polemik, Rektor Minta Anulir SK PP Muhammadiyah

Sementara bidang empat (kelembagaan, pengembangan SDM, dan kerja sama) adalah bidang yang belum ada di UMM sebelumnya. Jadi, UMM tidak mengusulkan nama kandidat terhadap bidang itu. Yang diinginkan UMM adalah PP Muhammadiyah mengambil nama dari 9 kandidat yang sudah diusulkan sebelumnya.

Media ini pun mempertanyakan mengapa UMM tidak mengusulkan penambahan jabatan WR IV sebelum adanya SK PP Muhammadiyah. Nazar menjawab, UMM sudah mengusulkan, namun bukan atas nama wakil rektor, melainkan atas nama bidangnya.

"Mengusulkan, tapi tidak WR 1, WR 2, WR 3, tapi ada empat bidang yang akan diusulkan. Per bidang tiga (nama kandidat). Tapi bidang empat ini belum karena harus menunggu persetujuan PP," ucapnya.

PP Muhammadiyah pun tidak menentukan siapa nama yang duduk pada bidang empat atau WR IV karena menurut Nazar mereka menganggap pakemnya UMM itu ada tiga wakil rektor saja.

"Memang akan cenderung mudah diinterpretasi seperti itu. WR IV itu adalah bidang yang untuk UMM baru. PP pun tidak yakin kami akan menambah bidang kan. Maka atas rekomendasi dan menggunakan hak prerogratif rektor, diusulkanlah bidang empat. Walaupun sebelumnya sudah disinggung pembicaraan-pembicaraan juga. Atas usulan rektor, kami sudah mengajukan empat, ya harusnya dikasih empat," bebernya.

Dikatakan Nazar, rektor memang punya hak prerogatif untuk mengusulkan. Tetapi dalam kaidah perguruan tinggi Muhammadiyah, PP-lah yang punya hak untuk menentukan. "Akhirnya multi-interpretasi karena bidang empat memang nggak lazim di UMM," tukasnya.