Grafis OTG Pemerintah Kota Malang
Grafis OTG Pemerintah Kota Malang

MALANGTIMES - Pemerintah mulai mewaspadai penyebaran Covid-19 melalui orang tanpa gejala atau OTG. Dalam hal ini adalah mereka yang merasa sehat dan menjadi carrier atau pembawa virus Covid-19 kepada orang lain.

Itu sebabnya, pemerintah terus mengimbau agar masyarakat tetap melaksanakam protokol kesehatan. Selain itu juga tetap menjaga jarak dengan orang lain untuk sementara waktu. Karena bukan tidak mungkin, orang yang tak sakit benar-benar sehat dan terbebas dari Covid-19.

Baca Juga : Sudah Diwajibkan, Pemerintah Kabupaten Malang Bakal Bagikan 120 Ribu Masker ke Masyarakat

Kementerian Kesehatan menyebut, OTG sendiri merupakan mereka yang tak memiliki gejala yang dimikiki pasiem positif Covid-19. Namun mereka memiliki risiko tertular pasien yang positif Covid-19 serta memiliki kontak erat dengan pasien konfirmasi Covid-19.

Selain itu, OTG juga mereka yang melakukan kontak fisik atau berada dalam ruangan atau berkunjung dalam radius satu meter dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau positif Covid-19. Namun dalam jangka waktu dua hingga 14 hari, orang yang dimaksud tak memiliki gejala sama sekali.

Sementara kriteria orang yang berpotensi menjadi OTG adalah petugas kesehatan yang merawat, mengantar, dan membersihkan ruangan di tempat perawatan kasus tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standart.

Kemudian adalah orang yang berada dalam satu ruangan yang sama dengan orang yang posirif Covid-19, dalam dua hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Berikutnya adalah orang yang bepergian bersama dalam radius satu meter dengan segala jenis alat angkut atau kendaraan dalam dua hari sebelum kasus timbul gejala hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Sementara itu, di Kota Malang sendiri OTG tercatat mencapai 52 orang hingga Sabtu (4/4/2020) kemarin. Sementara dari total lima kasus yang dinyatakan positif Covid-19, satu diantaranya merupakan pasien positif yang sebelumnya dinyatakan tak memiliki gejala atau OTG.

Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 Koya Malang, dr. Husnul Muarif menjelaskan, pasien positif yang dinyatakan Orang Tanpa Gejala itu secara medis tidak menunjukkan gejala dan tanda- tanda klinis. Aktivitas fisik normal, tidak ada gangguan, suhu tubuh normal, tidak batuk, dan tidak sesak. Semuanya normal dan sehat, namun hasil swab menunjukkan positif.

Baca Juga : Pasien Covid-19 di Jombang Seorang Dokter, Ada 80 Orang Berpotensi Tertular

"Yang bersangkutan di swab karena memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19 sebelumnya," terangnya.

Sebagai informasi, hingga 4 April 2020 di Kota Malang tercatat ada 675 Orang Dalam Risiko (ODR), 343 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan rincian 277 orang masih dipantau dan 66 sisanya telah selesai dipantau. Kemudian untuk yang konfirmasi positif Covid-19 berjumlah lima orang dengan rincian tiga sudah sembuh dan dua masih dirawat.

Kemudian Pasien Dalam Pengawasan yang dinyatakan meninggal dunia ada tiga orang. 11 PDP dinyatakan sehat atau selesai tahap pengawasan, dan PDP yang masih dirawat sebanyak 32 pasien.

Sebagai informasi, PDP merupakan pasien dalam pengawasan penuh tim medis. Dalam tahapannya, PDP dapat dinyatakan sebagai PDP positif atau PDP negatif Covid-19. Hal itu bergantung pada hasil swab yang dilakukan pasien. Artinya, belum tentu semua PDP positif Covid-19. Dalam beberapa kasus, PDP dinyatakan sembuh dan negatif Covid-19.