Ilustrasi virus covid-19 (Ist)
Ilustrasi virus covid-19 (Ist)

MALANGTIMES - Grafik penanganan dan pencegahan virus Covid-19 di wilayah Kabupaten Malang, terlihat fluktuatif. Hal ini terlihat dari rilis data per Sabtu (4 Maret 2020) sore kemarin bila dibandingkan hari sebelumnya.

Dimana, Satgas Covid-19 Kabupaten Malang melalui laman resminya memperlihatkan adanya penurunan drastis bagi orang dalam risiko (ODR). Tanggal 3 Maret 2020, jumlah ODR di Kabupaten Malang mencapai 735 turun jadi 444 dalam satu hari (4 Maret 2020).

Baca Juga : Sudah Diwajibkan, Pemerintah Kabupaten Malang Bakal Bagikan 120 Ribu Masker ke Masyarakat

Penurunan sebanyak 291 ODR itu tentunya menjadi kabar baik dalam trend sebaran Covid-19 secara nasional yang telah membuat 191 orang meninggal dunia. Satu diantaranya berasal dari Kabupaten Malang, sejak pandemi Covid-19 semakin membuat daerah kalang kabut.

Penurunan itu pun disambut gembira masyarakat Kabupaten Malang. Sayangnya, penurunan jumlah ODR tak seiring dengan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). Dimana, ada kenaikan jumlah seperti yang dirilis laman satgascovid-19.malangkab.go.id, Minggu (5 Maret 2020).

Grafik ODR, ODP, PDP, Pasien terkonfirmasi Kab Malang

Dari tabel pengembangan kasus, untuk ODP ada penambahan 1 orang. Dari 116 di hari Jumat lalu menjadi 117 hingga Sabtu sore kemarin. Sedangkan, untuk PDP dari 42 orang naik sejumlah 7 pasien. Sehingga untuk PDP menjadi 49 orang yang ada di Kabupaten Malang.

Untuk sebaran ODR yang mengalami penurunan drastis secara jumlah, wilayah tertinggi berada di Sumbermanjing Wetan (Sumawe) dengan 37 orang. Diikuti wilayah Dampit 28 orang, Kalipare (27), Turen (26), Bantur (24), Donomulyo (23), Kepanjen (21) dan Wonosari (20). Sisanya tersebar di wilayah kecamatan lainnya.

Sebaran ODR per wilayah di Kab Malang

Sedang untuk ODP yang dilakukan pemantauan sejumlah 95 dan masih dirawat 11 orang serta sembuh 11. Wilayah tertinggi ada di Lawang dengan 24 orang dan Singosari sebanyak 17 orang. Diikuti Kepanjen 10, Tajinan 9 orang, Pakisaji 8 dan Dau 7. Sisanya berada di wilayah kecamatan lainnya.

PDP sejumlah 49 dengan rincian dirawat 21 orang dan sembuh 28, wilayah yang mendominasi ada di Dau (12) dan Singosari (10). Diikuti Pakis dan Tajinan sama-sama sejumlah 5 orang. Lawang, Ngantang, Apelgading dengan 3 PDP masing-masing serta Sumberpucung dan Pujon (2 orang di masing-masing wilayah).

Kenaikan jumlah ODP dan PDP ini pula yang diantisipasi oleh Pemkab Malang, melalui persiapan ruang isolasi dengan memanfaatkan rusunawa ASN Kepanjen. Terutama, dengan mulai akan banyaknya kepulangan warga Kabupaten Malang dari luar kota dan luar negara saat ini. 

Mudik lebaran, yang sebagian daerah lain telah mulai dilakukan oleh masyarakat dalam beberapa hari lalu dan dimungkinkan akan terus di bulan April ini. Membuat pemerintah daerah pun harus putar otak dan strategi, agar penyebaran virus Covid-19 yang dimungkinkan terjadi lebih massif bisa dicegah.