Bilik Kabut Anti Virus (KAVI) ciptaan UIN Malang siap kirim ke masjid-masjid dan pondok pesantren. (Foto: istimewa)
Bilik Kabut Anti Virus (KAVI) ciptaan UIN Malang siap kirim ke masjid-masjid dan pondok pesantren. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Tak hanya melakukan pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di lingkungan kampus, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) juga membantu pencegahan di lingkungan masyarakat.

Teknologi Kabut Anti Virus (KAVI) yang dibuat UIN Malang dibagikan ke masjid-masjid dan pondok pesantren di sekitar kampus. Baik kampus 1, kampus 2, maupun kampus 3.

Baca Juga : Sudah Diwajibkan, Pemerintah Kabupaten Malang Bakal Bagikan 120 Ribu Masker ke Masyarakat

"Kita bagikan ke 10 masjid di daerah sekitar UIN Maulana Malik Ibrahim. Baik kampus 1, maupun kampus 2, dan 3," ucap Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg.

Ia berharap alat tersebut dapat memberi manfaat di masyarakat untuk menanggulangi Covid-19.

"Ini salah satu diantara pengabdian yang dilakukan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim," tandasnya.

KAVI bekerja dalam sebuah bilik yang menyemprotkan kabut hand sanitizer. Air yang disemprotkan sudah dalam bentuk kabut sehingga lebih merata, sekaligus lebih hemat. Satu liter hand sanitizer bisa digunakan selama lima hingga tujuh jam.

"Bilik KAVI ini sangat hemat dan merata, karena bentuknya bukan spray, tetapi uap atau kabut yang partikel-partikelnya sangat kecil," jelas Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maliki Malang, Sri Harini beberapa waktu yang lalu.