Artwork Inneer Feelings Collection Part 1. (Foto: istimewa)
Artwork Inneer Feelings Collection Part 1. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Jalanan di Kota Malang yang biasa riuh oleh suara kendaraan kini menjadi sepi dan lengang. Sebagian besar masyarakat memilih mengurung diri di rumah, menghindari virus corona yang kini sudah memakan 53.179 jiwa di seluruh dunia.

Hingga saat ini, imbauan Wali Kota Malang untuk melakukan physical distancing dan WFH (work from home) belum dicabut. Kegiatan ekonomi menjadi lesu. Banyak event ditunda, bahkan dibatalkan. Termasuk event musik.

Baca Juga : Didi Kempot Gelar Konser Amal dari Rumah, Hanya 3 Jam Donasi Capai Rp 5,3 Milliar

Hal ini menjadikan soloist asal Malang, Atlesta, memilih untuk mengisi pengasingan dirinya dengan meracik musik di kamar. Tepat di hari ini (Jumat, 3/4/2020), sebuah album instrumental bertajuk Inner Feelings Collection Part 1 dirilisnya. Rilisan berisi 13 nomor ini sudah bisa dinikmati di berbagai gerai digital seperti Spotify, Apple Music, dan Deezer.

Semua hal mulai dari rekaman, mixing, hingga mastering dikerjakan secara mandiri oleh Fifan Christa, mastermind dari Atlesta, langsung dari bedroom studio-nya.

"Sebenarnya aku sudah kepikiran konsep album ini sejak lama. Kepingin bikin album yang bener-bener lepas dan kayak tanpa beban. Akhirnya terwujud juga. Salah satunya karena keadaan yang memaksa kita semua saling mengasingkan diri," ucap dia.

Inspirasi dari album ini didapat Fifan dari banyak hal di sekitarnya, pergolakan dalam dirinya, realita, dan pengalaman yang membentuk dirinya baik dari masa lalu atau masa sekarang.

Secara khusus, ia mengaku terinspirasi dari sesi bertajuk "Duduk Melingkar" (DuMel) yang ia adakan secara rutin beberapa waktu lalu.

"Jadi, DuMel itu kayak semacam sesi roundtable di mana aku dan beberapa orang yang sebelumnya tidak kukenal saling bercerita satu sama lain. Kepinginnya sih buat riset materi album official-ku nanti, tapi ternyata things got really personal di situ. Really personal sampai aku berani bilang kalau kisah-kisah mereka benar-benar mengubah hidup dan sudut pandangku," paparnya.

Salah satu trek yang terinspirasi sesi ini berjudul "The Woman’s Body (Not The Man’s One)". Nomor ini bercerita tentang uneg-uneg Fifan dan teman-teman DuMel tentang pemerkosaan dan pelecehan seksual yang sering terjadi di lingkungan sekitar. Fifan, dalam hal ini, mengambil sudut pandang si penyintas atau korban yang sering adalah wanita.

Selain itu, ada track 4 berjudul "Tribute to How I Meet My First Synth" yang ia dedikasikan pada bandnya terdahulu, Little Star. Seperti diketahui, Fifan dulunya merupakan keyboardist dari band tersebut.

Di sisi lain, track 13 berjudul "My Favorite Notification" adalah rekaman percakapan antara Fifan Christa dan sang kekasih.

Baca Juga : SBY Persembahkan 'Cahaya Dalam Kegelapan', Lagu Bagi Para Pejuang Covid-19

Meskipun dirilis dalam format album penuh, Fifan menegaskan bahwa Inner Feelings Collection Part 1 ini adalah sebuah karya tersendiri.

Mengenai hal ini, Fifan punya pendapat. "Ibarat manga, Inner Feelings ini tuh kayak semacam spin-off. Aku lihat beberapa artist lain yang merilis album di luar 'pakem' musik mereka. Jadi semacam memperkenalkan ada 'dimensi' lain dalam satu persona artist. Kayak apa ya? Semacam Official Bootleg atau Mixtape gitu lah kalau mau dibilang," paparnya.

Secara singkat, Fifan berharap album instrumental semacam ini mempunyai kelanjutan. Itulah mengapa ia menaruh kata "Part 1" di belakang judulnya.

Selain itu, ia berharap jika album ini bisa menemani kesepian dan hari-hari sendiri kita semua saat ini. "Semoga bisa menjadi teman di kala kita semua mulai jenuh dengan karantina global ini. Di mana setiap orang sibuk bertarung dengan kesunyian dirinya masing-masing, dan merindukan riuh rendah dunia saat semua terasa 'baik-baik saja'," pungkasnya.