MALANGTIMES - Pengemudi mobil Fortuner plat merah dengan nomor polisi N 1099 KP milik Pemkot Batu dalam peristiwa tabrak lari di Kota Malang hingga kini masih menjadi tanda tanya. Hanya saja banyak info yang beredar jika mobil tersebut merupakan mobil dinas Wali Kota Batu.

Jika diamati, mobil toyota fortuner hitam metalik milik dinas Pemkot Batu itu hanya digunakan tiga orang di Kota Batu. Yakni Wali Kota Batu, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Batu, Kapolres Batu.

Baca Juga : Aktor Senior Tio Pakusadewo Kembali Ditangkap karena Kasus Narkoba

Ada info beredar jika mobil tersebut digunakan oleh orang nomor satu di Kota Batu. Namun ada juga informasi diduga di dalam mobil itu terdapat anak Wali Kota Batu. 

Sedangkan isu yang beredar jika pengemudi mobil yang menabrak itu merupakan seorang pria muda tinggi, berusia sekitaran 30 tahun ke atas. Hanya saja siapa yang ada di dalam mobil tersebut masih menjadi teka-teki, sebab Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Batu saat ditanya memilih untuk bungkam.

Selain itu saat MalangTIMES mencoba untuk mengonfirmasi terkait hal tersebut kepada Wali Kota Batu sayangnya tidak ada respons.

Di tengah kesimpangsiuran pengemudi fortuner tersebut, terdapat informasi kedua belah pihak memilih jalan damai.

Pihak yang menabrak telah memberikan biaya perawatan dan juga uang tunai kepada Miskono, korban kecelakaan di depan Gedung DPRD Kota Malang pada Selasa (31/4/2020) malam. Namun hingga saat ini Unit Laka Lantas Polresta Malang Kota terus melakukan pendalaman kasus tersebut. 

Baca Juga : Tulis "Bubarkan Negara", 10 Orang Ini Diciduk Polisi

Sementara itu, pada Kamis (2/4/2020) kepala bagian Protokoler Pemkot Batu, Aries Setiawan dipanggil pihak kepolisian  di kantor Unit Laka Polresta Malang Kota. Hal itu diketahui setelah petugas mendapatkan informasi perihal mobil yang terlibat tabrak lari tersebut adalah mobil dinas Pemkot Batu.

Aries di sana kurang lebih selama 45 menit. Sayangnya kedatangannya itu juga menjadi pertanyaan apakah untuk menindaklanjuti kasus tersebut ataukah ada keperluan lainnya. 

Sebab saat ditanya MalangTIMES kedatangannya untuk berkomunikasi. “Ya komunikasi,” ujarnya singkat sembari bergegas menaiki mobil.