Barang bukti narkotika yang disita polisi dari tangan tersangka Sutrisno (Foto : Polsek Singosari for MalangTIMES)
Barang bukti narkotika yang disita polisi dari tangan tersangka Sutrisno (Foto : Polsek Singosari for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sutrisno warga Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang ini tidak bisa berkelit saat digerebek petugas kepolisian. Pria 37 tahun tersebut, terpaksa harus mendekam dipenjara sejak akhir pekan lalu, lantaran terlibat peredaran narkoba.

Saat diamankan di kawasan Jalan Indrokilo Selatan, Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Polisi mendapati dua poket sabu yang disimpan tersangka di saku celananya.

Baca Juga : Aktor Senior Tio Pakusadewo Kembali Ditangkap karena Kasus Narkoba

”Tersangka beserta dua poket sabu seberat 0,89 gram sudah kami amankan. Dari hasil penyidikan, selain pengedar tersangka yang baru kami amankan ini juga pengguna narkoba,” kata Kanit Reskrim Polsek Singosari, Iptu Supriyono, Kamis (2/4/2020).

Dijelaskan Supriyono, dugaan jika korban merupakan pengguna sekaligus pengedar tersebut, dikuatkan saat polisi mengeledah kediaman tersangka yang berlokasi di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Ketika melakukan penggeledahan tersebut, polisi mendapati seperangkat alat hisab, dua timbangan elektrik, beragam perlengkapan penjualan narkoba, serta satu unit HP (Handphone) yang dijadikan sarana bertransaksi narkoba.

”Tersangka beserta barang buktinya sudah kami amankan, kasusnya masih dalam tahap pengembangan,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Singosari.

Di hadapan penyidik, lanjut Supriyono, tersangka Sutrisno mengaku terpaksa berjualan narkoba. Dia berdalih, penghasilannya sebagai seorang supir tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga : Tulis "Bubarkan Negara", 10 Orang Ini Diciduk Polisi

Karena alasan itulah, tersangka akhirnya gelap mata dan nekat terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Namun, upah yang tidak selalu berbentuk uang saat mengedarkan narkoba milik sang bandar. Membuat tersangka akhirnya menjadi pengguna. Penyebabnya karena bonus yang diperolehnya jika mampu menjual banyak adalah sabu.

”Akibat perbuatannya, tersangka kami jerat dengan Undang-undang narkotika, sesuai dengan yang dimaksud pada pasal 114 juncto pasal 112, Undang-undang nomor 35 tahun 2009,” tutup Supriyono.