Agung Hartadi bersama Istri saat menjalankan ibadah umroh beberapa waktu lalu / foto : Koleksi Pribadi / Tulungagung TIMES
Agung Hartadi bersama Istri saat menjalankan ibadah umroh beberapa waktu lalu / foto : Koleksi Pribadi / Tulungagung TIMES

MALANGTIMES - Selain mengisahkan sisi positif atas kesembuhan dirinya dari virus corona atau yang disebut Covid-19, Agung Hartadi (30) warga desa Gandong Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung, juga mengisahkan adanya diskriminasi yang dialami. Meski tidak terjadi padanya, orang tua Agung yang berada di rumah tinggalnya mengalami perlakuan kurang nyaman semenjak dirinya dinyatakan positif Covid-19.

"Saya di sini (Jepun) pendatang, jadi beda budaya di desa dan di sini yang perkotaan. Orang tua saya yang mengalami, mungkin masyarakat di sana takut," kata Agung.

Baca Juga : Aksi Tak Terpuji Bule di Bali, Pandemi Covid-19 Malah Party

Meski mendapat perlakuan yang tidak semestinya, Agung dapat memahami. Bagi Agung, yang terpenting masyarakat mendapatkan edukasi yang benar terkait penyakit corona yang kini menjadi momok bagi seluruh masyarakat dunia itu.

"Jadi mungkin pesan ini nyampai pada masyarakat, tidak usah khawatir berlebihan. Orang tua dan keluarga saya yang setiap hari bersama saya saja setelah dites juga negatif. Asalkan selalu mejaga kesehatan, jaga jarak dan selalu menjaga fikiran tetap optimis," jelasnya.

Selain menjaga kebersihan, Agung mempunyai tips agar orang tidak mudah tertular virus yaitu menjaga gizi makanan yang dikonsumsi serta selalu rutin berjemur di bawah terik matahari.

"Itu sangat bagus saya rasakan, jadi semua penyakit itu bisa menyerang dan bisa dihindari dengan menjaga kesehatan. Beberapa teman juga memberi tips bagus di antaranya meningkatkan antibody dengan empon-empon dan rebusan daun sirih, itu bagus menurut saya," tambahnya.

Sebelumnya, Agung dengan terbuka memberikan informasi tentang dirinya yang sampai saat ini masih menjalani aktivitas karantina mandiri di rumahnya di Kelurahan Jepun.

"Penyakit Corona menurut saya memang ada, saya merasakan terpapar. Rasanya memang tidak nyaman. Namun meski penyakit itu ada namun tidak perlu ditakuti banget," kata Agung, Selasa (31/03) siang.

Lanjut Agung, jika dibandingkan dengan penyakit influenza pengalaman yang dirasakan adalah mirip. Bedanya, jika flu hanya mengalami demam, dirinya mengalami demam yang keliwat tinggi dengan rasa ngilu yang sangat kuat.

"Badan ini sakit semua, rasanya di persendian itu ngilu seperti terpotong-potong," ujarnya.

Setelah demam itu, fase yang dirasakan Agung serasa sesak atau berat bernafas.

Dirinya yang berangkat Umroh sejak tanggal 26 Februari dan pulang tanggal 9 Maret. Namun, dirinya baru merasakan gejala sakit pada tanggal 13 Maret 2020 atau lima hari setelah kepulangannya.

Baca Juga : Aksi Tak Terpuji Bule di Bali, Pandemi Covid-19 Malah Party

"Saya harap masyarakat tidak panik, yang tenang karena itu merupakan penyakit yang bisa sembuh. Saya yang mengalami terpapar juga sekarang dinyatakan sembuh," papar Agung.

Disinggung soal kapan mulai terpapar Covid-19 tersebut, dirinya menceritakan dua kemungkinan yang diduga kuat tertular virus yang kini menjadi pandemi global itu.

"Pertama saat di sana (makkah) saya sholat berjamaah dengan orang dari berbagai negara. Didekat saya, ada orang batuk dengan nafas terlihat sesak. Karena sedang sholat, saya tidak bisa menjauh. Kemudian, yang kedua di pesawat yang membawa saya terbang ke Surabaya. Tepat di bangku yang saya duduki berisi tiga orang, salah satu yang tidak saya kenal tiba-tiba sesak sampai memanggil pramugari untuk minta pertolongan," ungkap Agung.

Orang yang mengalami sesak itu menurut Agung kemudian diberi pertolongan dengan diolesi semacam ramuan.

"Orang ini sesaknya kemudian mereda. Apakah saya tertular dari dua kejadian ini saya tidak dapat memastikan. Namun, saya selalu berpikir ke belakang untuk meraba-raba di mana saya kira-kira tertular," terangnya.

Semenjak dirinya dinyatakan positif, teman-teman Agung yang satu rombongan termasuk keluarga juga dites kemungkinan tertular tidaknya dengan corona. 

"Alhamdulillah, kabarnya teman-teman saya negatif. Anak, istri dan keluarga saya semua dinyatakan negatif," pungkasnya.