Lokasi toko stereofoam yang terbakar di kawasan Jalan Gatot Subroto (Ist)
Lokasi toko stereofoam yang terbakar di kawasan Jalan Gatot Subroto (Ist)

MALANGTIMES - Kawasan Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Blimbing, Kota Malang yang biasanya lebih dikenal kawasan Roma (Rombengan Malam) heboh, Senin (30/3/2020) malam.

Bukan karena ramai pengunjung dan para penjual penjual HP yang berjejer di emperan toko melainkan karena salah satu toko di kawasan tersebut tengah dilahap si jago merah.

Kejadian tersebut diketahui masyarakat sekitar pukul 19.00 WIB. 

Si jago merah membakar sebuah toko bernama Toko Makmur. 

Toko tersebut diketahui merupakan toko yang menjual foam milik salah seorang warga bernama Surijo, warga Jodipan, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Teguh Budi Wibowo membenarkan adanya kejadian tersebut.

Baca Juga : Viral, Longsor Sukanagara Cianjur Nyaris Telan Korban Seorang Pengendara Motor

Ia menjelaskan, dari hasil analisa sementara petugas, kebakara tersebut disebabkan adanya arus pendek listrik yang memicu munculnya api dan membakar toko.

"Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik yang menimbulkan percikan api. Kemudian percikan api menyambar ke barang-barang di dalam toko yang mudah terbakar seperti sterofoam," bebernya.

Lebih lanjut dijelaskan, upaya petugas memadamkan api yang berkobar memerlukan waktu sekitar satu jam 20 menit dibantu dengan 21 personel PMK.

Namun, meskipun telah padam, petugas juga terus melakukan lokalisir bangunan sekitar lokasi.

Baca Juga : Tetangga Sempat Tolong Pencari Kerang di Pantai Sipelot, Tapi Tak Terselamatkan

Termasuk melokalisir barang-barang yang ada seperti sterofoam agar tak kembali terjadi kebakaran susulan.

"Kita lakukan lokalisir agar api tidak merembet. Api bisa dipadamkan sekitar pukul 20.15 WIB, dengan empat mobil pemadam dan estimasi menghabiskan 10.000 liter air," terangnya.

Sementara itu, pada peristiwa kebakaran toko sterofoam tersebut tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materil. Namun, saat ini kerugian materi masih dihitung.