Ilustrasi social distancing. (Foto: iStock)
Ilustrasi social distancing. (Foto: iStock)

MALANGTIMES - Wabah pandemi virus corona atau covid-19 yang semakin meluas ke seantero penjuru dunia membuat semua pihak meningkatkan kewaspadaan.

Berbagai kebijakan untuk mencegah penyebaran penularan virus corona juga dilakukan oleh setiap daerah, tak terkecuali di Indonesia.

Beberapa di antaranya, masyarakat tanah air diminta untuk menerapkan social distancing (jaga jarak berinteraksi) dan physical distancing (batasi kontak orang per orang). 

Sayangnya, di berbagai daerah, termasuk di Kota Malang. kebijakan ini masih sering dilanggar. Karena itu, setiap malam, jajaran Forkopimda Kota Malang masih juga menemui kerumunan-kerumunan masyarakat hingga harus ditertibkan, guna menganulir penyebaran penularan covid-19.

Padahal, organisasi kesehatan dunia (WHO) sudah jelas menilai penerapan social distancing dan physical distancing ampuh untuk mencegah penyebaran covid-19.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kota Malang dr Bayu Tjahjawibawa mengatakan, salah satu penularan covid-19 adalah melalui droplet atau percikan sekret saluran napas. Karena itu, jaga jarak sangat dianjurkan untuk menghindari hal tersebut.

"Misal, saat seseorang sedang sakit kemudian batu atau bersin, droplet atau percikan itu mungkin saja mengandung virus. Inilah yang bisa menularkan apabila kita terpapar. Karena itu, penting untuk menerapkan social distancing atau phsycal distancing untuk menghindari hal itu," jelasnya.

Sesuai aturan WHO, menjaga jarak dengan orang lain setidaknya minimal sejauh 3 kaki atau 1 meter saat orang tersebut batuk atau bersin. "Jika terlalu dekat, maka percikan itu bisa terhirup dan masuk ke dalam tubuh. Jaga jarak 1-2 meter, maka aman dari penyebaran droplet," imbuhnya.

Apalagi, droplet ini bersifat jatuh. Artinya bisa menempel di mana saja. Baik itu pada telapak tangan, gagang pintu, bolpoin, pegangan kereta, sumpit, laptop, tombol lift, tangga, bahkan juga menempel pada sisi luar masker (bagi orang yang sehat).

Untuk itu, selain menerapkan jaga jarak, masyarakat diharapkan mampu menerapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat. Salah satunya dengan selalu mencuci tangan enam langkah setiap akan atau sesudab beraktivitas.

"Itulah mengapa social distancing dan physical distancing sangatlah penting untuk saat ini demi mencegah semakin tersebarnya virus corona. Jangan lupa juga setiap akan dan sesudah beraktivitas untuk selalu mencuci tangan dengan sabun," jelasnya.