Tersangka Robinti saat diringkus polisi karena terlibat jaringan judi online (Foto : Polsek Singosari for MalangTIMES)
Tersangka Robinti saat diringkus polisi karena terlibat jaringan judi online (Foto : Polsek Singosari for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tidak butuh waktu lama bagi anggota Reskrim Polsek Singosari untuk membongkar jaringan judi online di wilayah hukum mereka. Setelah mengamankan sang bandar, seorang pengepul yang terlibat dalam jaringan judi online juga berhasil diringkus polisi.

Tersangkanya bernama Robinti, warga Dusun Plosokerep, Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. ”Tersangka RB (Robinti) ini merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya yang berhasil kami ungkap. Sementara ini masih kita kembangkan, diperkirakan masih banyak pengepul lain yang terlibat dalam judi online ini,” kata Kanit Reskrim Polsek Singosari, Iptu Supriyono, Kamis (26/3/2020).

Seperti yang sudah diberitakan, Rabu (25/3/2020) malam, anggota Reskrim Polsek Singosari berhasil mengungkap bandar judi online yang bernama Mulyadi warga Dusun Sanan, Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Di hadapan petugas, bandar judi situs online dari negara Singapura ini mengaku jika dalam menjalankan bisnisnya, dirinya juga melibatkan beberapa pengecer judi. Salah satunya adalah Robinti.

Berawal dari pengakuan itulah, polisi akhirnya melakukan pengembangan dan mendapat keterangan jika pelaku sedang berada di kediamannya yang beralamat di Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

”Ketika kami amankan di rumahnya, polisi mendapati barang bukti berupa dua unit HP (handphone) yang di dalamnya berisi SMS nomor tombokan. Rekapan nomor judi itu, diakui tersangka disetorkan kepada bandarnya yang sebelumnya sudah kami amankan,” jelas Supriyono.

Dijelaskan olehnya, modus yang digunakan tersangka Robinti ini ialah dengan cara menawarkan kepada beberapa orang untuk memasang nomor judi online. Jika ada yang tergiur, para pelanggannya diminta untuk mengirim nomor tombokan melalui SMS maupun chat WhatsApp.

Nomor tombokan tersebut, kemudian disetorkan kepada tersangka Mulyadi yang bertindak sebagai bandarnya. ”Tersangka RB (Robinti) ini berperan sebagai pengepul, di mana setiap kali transaksi upah yang diperoleh adalah 20 persen dari omset yang diperoleh sang bandar (tersangka Mulyadi),” terang Kanit Reskrim Polsek Singosari.

Namun, belum sempat mendapatkan bayaran dari proses penombokan yang terakhir dilakukan, wanita 50 tahun itu justru terlebih dulu diringkus polisi. Akibatnya, ibu rumah tangga kelahiran 25 Maret 1970 ini, terpaksa merayakan hari ulang tahunnya di dalam penjara.

”Tersangka kami jerat pasal 303 KUHP tentang perjudian, dengan ancaman kurungan penjara diatas 5 tahun,” tutup Supriyono saat dikonfirmasi media online ini.