Tersangka Mulyadi (kaos garis-garis) saat digerebek polisi karena menjadi bandar judi online (Foto : Polsek Singosari for MalangTIMES)
Tersangka Mulyadi (kaos garis-garis) saat digerebek polisi karena menjadi bandar judi online (Foto : Polsek Singosari for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Mulyadi warga Dusun Sanan, Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang hanya bisa pasrah saat digelandang petugas kepolisian ke kantor Mapolsek Singosari, Rabu (25/3/2020) malam.

Pria 47 tahun itu, kini masih menjalani pemeriksaan intensif di hadapan penyidik, lantaran terbukti menjadi bandar judi online. ”Tersangka kami amankan saat melayani sekaligus merekap nomor tombokan judi, sampai saat ini kasusnya masih dalam pengembangan. Petugas masih memburu jaringan lainnya, yang terlibat sebagai pengecer judi online,” kata Kapolsek Singosari, AKP Farid Fatoni, Kamis (26/3/2020) malam.

Baca Juga : Edarkan Sabu di Tengah Pandemi Covid-19, Pengedar Asal Malang Dicokok Polisi Blitar

Saat diamankan di sebuah warung kopi yang berlokasi di Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Polisi menyita beragam barang bukti dari tangan tersangka, yang meliputi uang tunai hasil tombokan judi senilai Rp 400 ribu, 4 unit HP (handphone) untuk melayani penombok, 15 lembar kertas rekapan nomor judi, dan beberapa peralatan judi online juga disita polisi sebagai barang bukti.

”Tersangka dan barang buktinya sudah kami amankan guna kepentingan penyidikan,” ungkap Kapolsek Singosari yang berpangkat tiga balok di bahu ini.

Di hadapan penyidik, tersangka Mulyadi mengaku agar bisnis haramnya tidak terendus anggota kepolisian. Pihaknya hanya melayani nomor tombokan dari pesan singkat (SMS) yang dikirim ke 4 nomor HP miliknya. ”Nomor rekapan tersebut disetorkan dari para pengecernya, tersangka Mulyadi ini bertindak sebagai bandar. Dalam nomor tombokan yang dikirim melalui SMS tersebut, sudah terekap nomor tombokan dan taruhan yang dipasang,” terang Farid Fatoni.

Nomor tombokan yang terekap, lanjut Fatoni, kemudian dimasukkan ke aplikasi judi berbasis online. Sebelum memasukkan nomor tombokan, tersangka terlebih dulu akan mengisi saldo deposit. ”Berdasarkan hasil penyidikan sementara, website judi yang digunakan tersangka berasal dari negara Singapura,” ungkap Fatoni.

Mantan Kasubag Humas Polres Malang ini menambahkan, apabila nomor tombokan yang dipesan menang, maka setiap dua angka yang dipesan bakal mendapatkan hadiah kelipatan 70 kali dari uang tombokan.

Baca Juga : Kejari Malang Terima Gugatan Online Kasus WP Hotel Penunggak Pajak

Kemudian, jika nomor tombokan tiga angka yang keluar maka hadiahnya adalah 350 kali dari uang tombokan yang sudah masuk. Terakhir, apabila 4 nomor tombokan sekaligus yang muncul, maka hadiahnya adalah 3 ribu kali dari uang tombokan yang dipasang.

”Akibat perbuatannya, tersangka kami jerat pasal 303 KUHP, tentang perjudian. Sedangkan ancaman pidananya adalah kurungan penjara diatas 5 tahun,” tutup Kapolsek Singosari.