Pantai Balekambang sepi pengunjung karena Corona, PD Jasa Yasa Kabupaten Malang bingung bayar gaji karyawannya (FB)
Pantai Balekambang sepi pengunjung karena Corona, PD Jasa Yasa Kabupaten Malang bingung bayar gaji karyawannya (FB)

MALANGTIMES - Efek wabah virus Corona semakin terasa di sektor perekonomian. Berbagai kalangan di masyarakat, khususnya pekerja informal, mulai gelisah, di tengah sepinya konsumen dan belum pasti kapan berakhirnya pandemi Corona ini.

Tak hanya masyarakat, Perusahaan Daerah (PD) Jasa Yasa Kabupaten Malang yang mendapat amanah mengelola beberapa sektor pariwisata pun dibuat pening kepalanya.

Virus Corona telah meluluhlantakkan sektor pariwisata. Sedangkan pemasukan untuk berbagai biaya operasional, khususnya gaji karyawan, berasal dari berbagai aktivitas pariwisata itu sendiri.

Sepinya kunjungan, misalnya ke wisata Pantai Balekambang, Ngliyep, pemandian Metro dan Dewi Sri secara langsung menurunkan pendapatan yang diperuntukkan juga untuk gaji karyawan yang bekerja di sana.

"Wisata yang kita kelola sepi walau tak ada larangan penutupan. Tak ada pengunjung. Ini membuat kita juga bingung untuk pembayaran gaji karyawan," ucap Husnul Hakim, Direktur Administrasi PD Jasa Yasa Kabupaten Malang, Kamis (26/3/2020).

Kebingungan itu bisa dipahami dengan sumber gaji karyawan yang berasal dari pendapatan operasional wisata yang dikelolanya hingga kini. Dimana, untuk gaji karyawan diambil dari hasil wisata, bukan dari APBD Kabupaten Malang.

Padahal, ada sekitar 65 karyawan yang bergantung pada berdenyutnya berbagai pariwisata yang dikelola PD Jasa Yasa Kabupaten Malang. Lumpuhnya sektor pariwisata karena efek Corona yang belum dipastikan kapan akan berakhir ini yang kini jadi pemikiran para pejabat PD Jasa Yasa Kabupaten Malang.

Husnul melanjutkan, pihaknya tentu tak bisa berpangku tangan terkait persoalan itu. Dirinya menyebutkan, akan mencari solusi dan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terkait itu.

"Kita akan cari solusinya dan berkoodinasi dengan Pemkab Malang. Masalahnya untuk gaji karyawan ini juga tidak sedikit nominalnya,” ujarnya yang berharap persoalan itu secepatnya juga bisa didapatkan solusinya.

Di tengah efek Corona yang membuat lumpuh sektor pariwisata itu, Husnul juga menegaskan, para karyawan di berbagai lokasi wisata yang dikelola tetap menjalankan instruksi dari Pemkab Malang. Yakni, terkait menjaga kebersihan lokasi wisata serta dilakukannya penyemprotan disinfektan di berbagai titik.

"Tetap berjalan. Untuk penyemprotan disinfektan, misalnya, kita telah lakukan di pantai Balekambang, Ngliyep, metro dan Dewi Sri," tandas Husnul.