Petugas kepolisian saat melakukan razia guna menangkal penyebaran virus corona. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Petugas kepolisian saat melakukan razia guna menangkal penyebaran virus corona. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Polres Malang bakal terus melakukan operasi gabungan guna menekan penyebaran virus corona. Pasalnya, masih banyak warga yang terjaring razia akibat beraktivitas di lokasi keramaian yang melibatkan banyak massa.

Terbaru, tidak kurang dari ratusan warga Kabupaten Malang yang terjaring petugas gabungan dari Polri dan TNI saat melakukan razia pada Rabu (25/3/2020) tengah malam. ”Personel yang terlibat dalam razia kami bagi menjadi dua tim. Sasarannya adalah tempat keramaian yang ada di wilayah Kecamatan Gondanglegi, Turen, Kepanjen, Pakisaji dan Tajinan,” kata Wakapolres Malang Kompol Toni Kasmiri, Kamis (26/3/2020).

Tim satu, lanjut Toni, melakukan razia di warung kopi dan makanan yang ada di wilayah Kecamatan Kepanjen, Pakisaji, dan Tajinan. Dalam giat razia yang berlangsung sekitar 2 jam, petugas masih menemukan sedikitnya lebih dari lima warkop yang masih buka dan didatangi banyak pengunjung.

Sedangkan tim dua menyasar warung kopi dan warung internet (warnet) yang ada di wilayah Kecamatan Kepanjen, Gondanglegi, dan Turen. Sepanjang proses razia berlangsung, terpantau masih ada sekitar tujuh warkop yang tetap beroprasi di tengah imbauan social distancing.

”Dalam giat kali ini, ada ratusan warga yang terjaring razia. Tim  2  saja menjaring sebanyak 113 warga yang masih beraktivitas di keramaian. Jika di rata-rata, satu warung kopi yang buka ada sekitar 10 hingga 25 kerumunan warga,” jelas Toni.

Ratusan warga yang terjaring razia tersebut masih diberi toleransi. Yakni inbauan untuk segera pulang ke rumah dan menerapkan social distancing. ”Wilayah Malang ini masuk zona merah penyebaran covid-19. Untuk itu, kegiatan razia semacam ini akan dilakukan secara berkelanjutan hingga status siaga satu dicabut,” tutup wakapolres Malang.