Pramu-taman saat melakukan pemasangan banner larangan masuk taman sementara di taman Jalan Ijen. (Igoy)
Pramu-taman saat melakukan pemasangan banner larangan masuk taman sementara di taman Jalan Ijen. (Igoy)

MALANGTIMES - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang akan memastikan bahwa taman dan hutan kota yang sementara di tutup tidak dikunjungi masyarakat. Karena itu, DLH  menempatkan pramu-taman untuk siaga menjaga taman demi mencegah kerumunan massa sebagai salah satu langkah menangkal penyebaran corona atau covid-19.

 Kepala DLH Kota Malang Rinawati mengatakan, tugas yang diberikan kepada pramu-taman adalah  menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang bandel dengan aturan yang sudah diberikan.

Jika memang tetap ada yang membandel dengan tidak mengindahkan imbauan pramu-taman, Rinawati mengaku sudah berkoordinasi dengan satpol PP untuk mengingatkan.

"Jadi, ya kami imbau untuk pulang ke rumah. Kalau tetap ngeyel dan bandel, ya ada satpol PP. Kami akan hubungi dan koordinasi dengan satpol PP untuk yang bandel itu," ucap  Rinawati.

Diakui,  upaya tersebut bukan untuk berniat tidak memperbolehkan masyarakat bermain di taman atau hutan kota. Namun maklumat pemerintah pusat dan pemerintah daerah sudah jelas, yakni masyarakat diimbau lebih baik tinggal di rumah dan menghindari  kerumunan massa untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Bukan penindakan. Kami usir untuk diarahkan istirahat di rumah. Kami kan mengikuti upaya-upaya pemerintah untuk bisa bersama-sama menjaga. Kalau tidak ada dukungan, tidak ada ketertiban kita, ya percuma," tandas  Rinawati.

Sebelumnya DLH Kota Malang sudah melakukan upaya dengan memasang banner larangan sementara masuk ke taman dan hutan kota. Selain itu, ada penyemprotan disinfektan di kantor, armada untuk mobilisasi, alat-alat yang digunakan petugas kebersihan, TPS dan TPA, hingga pemakaman umum untuk sterilisasi dari virus corona.