Ilustrasi batuk demam (Ist)
Ilustrasi batuk demam (Ist)

MALANGTIMES - Sebaran corona yang telah mencapai 790 pasien yang terkonfirmasi positif, 58 meninggal, dan 31 sembuh total di Indonesia elah membuat masyarakat semakin waspada di berbagai daerah. Berbagai tindakan pencegahan pun masif dilakukan hingga perdesaan.

Tapi, keresahan di dalam masyarakat, khususnya yang sedang mengalami batuk flu disertai demam, mulai berkembang. Terhadap ketakutan atas batuk flu dan demam yang juga diidentifikasi sebagai bagian dari gejala terpapar virus corona, tentunya perlu adanya fasilitasi dan sosialisasi.

Hal ini pula yang membuat petugas kesehatan di tingkat kecamatan, melalui puskesmas, gencar melakukan sosialisasi untuk menekan rasa panik warga terkait itu. Juga tak membuat hal itu membuat warga berbondong-bondong ke puskesmas atau rumah sakit saat kondisi pusat layanan di rumah sakit rujukan khususnya juga sedang berjibaku merawat para pasien yang positif maupun pasien dalam pengawasan (PDP).

“Kami sarankan bagi masyarakat untuk konsultasi dulu dengan perawat atau bidan di desanya masing-masing dulu bila mengalami batuk, flu dan demam. Kami tak menyarankan dengan gejala itu,  warga berbondong-bondong ke puskesmas atau rumah sakit,” kata drg Dewi Aminah Yuni R, kepala Puskesmas Kromengan, Kamis (26/3/2020).

Imbauan itu juga sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus terhadap warga. Pasalnya, lanjut Dewi, warga yang mungkin hanya sakit ringan itu, bila dikarenakan kepanikan dan rasa takut membuat mereka berbondong-bondong ke rumah sakit, akan lebih rentan terpapar penyakit lainnya.

“Mereka akan lebih rentan terpapar penyakit lainnya karena mereka pasti menunggu berjam-jam untuk diperiksa. Selain itu, ada protokol pemeriksaan covid-19, yaitu tak semua pasien dapat langsung cek laboratorium,” ujarnya.

Dengan kondisi itu pula, pihaknya meminta masyarakat untuk terlebih dulu berkonsultasi dengan bidan desa di ponkesdes (pondok kesehatan desa) wilayahnya masing-masing.

“Saya anjurkan konsultasi juga bisa via handphone dulu. Mengingat Kabupaten Malang menjadi daerah transmisi lokal. Kami tegaskan lagi berada di rumah lebih aman untuk semuanya,” tegas Dewi.

Selain memberikan imbauan terkait persoalan itu, Puskesmas Kromengan juga gencar melakukan berbagai informasi terkait pencegahan penyebaran virus corona yang bisa dilakukan secara mandiri oleh seluruh masyarakat. Misalnya terkait protokol kedatangan sampai di rumah bagi yang bepergian. 

Dewi menyampaikan, warga yang bepergian dan pulang ke rumahnya masing-masing bisa melakukan berbagai tindakan mandiri sebagai berikut:

Buka sepatu di pintu sebelum masuk rumah dan semprot dengan disinfektan. Tak terkecuali barang-barang yang dibawa saat bepergian. Buang semua benda yang tak diperlukan di tempat sampah. Serta saat masuk rumah, cuci tangan dan kaki terlebih dahulu dengan sabun.

“Langkah berikutnya, jangan istirahat dulu dan bercengkerama dengan keluarga. Mandi terlebih dahulu dengan sabun dan pakaian yang dipakai segera dimasukkan di mesin cuci atau tempat cucian. Setelah itu, semua silakan berkumpul, menyapa, bercengkerama dengan keluarga,” urainya sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus corona yang bisa dilakukan secara mandiri.