Direktur Utama PDAM Kota Malang M. Nor Muhlas.(dokumentasi MalangTIMES).
Direktur Utama PDAM Kota Malang M. Nor Muhlas.(dokumentasi MalangTIMES).

MALANGTIMES - Terhitung sejak Kamis (26/3/2020), PDAM Kota Malang atau yang kini berubah nama menjadi Perumda Tugu Tirta Kota Malang memutuskan kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah.  Hal itu menjadi salah satu upaya penanganan persebaran virus corona.

Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang M. Nor Muhlas menjelaskan, kebijakan tersebut diambil untuk menindaklanjuti instruksi dari wali kota Malang melalui sekretaris daerah Kota Malang terkait antisipasi penyebavran virus covid-19. "Kami turut berupaya menangani persebaran virus corona dengan cara WFH," katanya, Kamis (26/3/2020).

Muhlas menjelaskan, terhitung sejak hari ini, Kamis (26/3/2020), seluruh pegawai di lingkungan PDAM yang berkantor di kantor pusat Sawojajar diwajibkan melaksanakan bekerja di rumah.

Meski begitu, seluruh pegawai wajib melaksanakan tugas dan mencapai semua target yang telah ditetapkan perusahaan. Selain itu, koordinasi, meeting, dan semua tugas dilakukan dari tempat tinggal dengan memanfaatkan alat komunikasi.

"Alat komunikasi atau HP diwajibkan selalu aktif untuk terus melakukan koordinasi. Pegawai juga bekerja sesuai target dan melayani masyarakat," kata dia.

Muhlas juga menegaskan seluruh karyawan wajib mengikuti perkembangan melalui grup WA dan cepat merespons semua arahan pimpinan. Selanjutnya petugas keamanan wajib menjaga situasi lingkungan tetap aman dan kondusif.

Sementata, untuk pelayanan, termasuk air tangki yang dipusatkan di loket WR Supratman, dan seluruh pejabat hublang wajib hadir memberikan layanan. Kemudian pengambilan air tangki dipusatkan di Satsui Tubun Lor.

"Kebijakan tersebut diambil hingga ada pemberitahuan lebih lanjut," terang mantan anggota DPRD Kabupaten Malang itu.

Meski seluruh karyawan bekerja dari rumah, Muhlas menekankan agar karyawan tetap bekerja maksimal sesuai dengan tugas masing-masing. Sehingga, strategi dan layanan diharapkan bisa tetap berjalan lancar tanpa ada gangguan.

"Untuk masalah teknis layanan, saya serahkan kepada masing-masing manajer dengan tetap berkoordinasi dengan direktur bidang masing-masing. Sehingga layanan tetap aman dan nyaman," paparnya.

Sebelumnya, Muhlas juga mendorong masyarakat, utamanya pelanggan Perunda Tugu Tirta Kota Malang, untuk memanfaatkan layanan online yang ada. Mulai dari layanan penagihan hingga aduan agar bisa dilaksanakan secara online. Sebab, saat ini, physical distancing dilaksanakan untuk mengantisipasi persebaran virus corona. "Pelanggan kami dorong agar memanfaatkan layanan secata online saja untuk sementara waktu," terang dia.