Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Penyebaran virus Corona atau Covid-19 ke penjuru negeri memang menjadi kewaspadaan setiap orang. Tak terkecuali di Kota Malang.

Apalagi, daerah berjuluk Kota Pendidikan ini sudah dinyatakan sebagai zona merah oleh provinsi Jawa Timur. Lantaran, sudah ada pasien terjangkit conform positif Covid-19.

Banyak bermunculan istilah ODR (Orang Dalam Resiko), ODP (Orang Dalam Pantauan), dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di masyarakat yang menimbulkan perbincangan. 

Sebab, ketika ada satu saja di lingkungan mereka dinyatakan menjadi salah satu dari istilah itu banyak dari masyarakat yang bingung harus bersikap seperti apa.

Padahal, ketika ketiga istilah tersebut diterima sesorang, belum tentu menjadikannya sebagai pasien conform positif Covid-19. 

Lalu, seperti apa yang harus dilakukan masyarakat saat ini apabila menemui seorang dengan salah satu status itu?

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan masyarakat perlu tahu apa kategori dari status itu. 

Mengingat Kota Malang telah menjadi salah satu kota terjangkit Covid-19.

"Perlu dipahami oleh masyarakat, kondisi saat ini Kota Malang itu memang masuk daerah terjangkit Covid-19. Artinya siapa saja yang berada di daerah Kota Malang, masuk ke Kota Malang semua bisa mempunyai yang disebut sebagai ODR," ujarnya kepada MalangTIMES, Rabu (24/3). 

Dijelaskan, sebagai seorang yang berstatus ODR dan berada di Kota Malang kemudian mengalami gejala-gejala saluran pernapasan akut seperti batuk, pilek atau flu, sakit tenggorokan maka bisa masuk kategori ODP.

ODP sendiri bisa dialami semua orang di daerah terjangkit seperti di Kota Malang. 

Terlebih, jika seorang itu ada riwayat bepergian ke luar kota bahkan pernah bertemu dengan PDP conform positiv Covid-19.

"Nah, ODP yang sekarang banyak di masyarakat itu adalah mereka-mereka yang pernah dari Jakarta, pernah ke Surabaya kemudian timbul gejala. Dan sudah periksa di fasilitas kesehatan baik itu rumah sakit ataupun puskesmas. Keluar hasil dari pemeriksaan dengan gejala seperti batuk, pilek, dan lain sebagainya. Jadi kita semua bisa menjadi ODP mana kala sudah ada gejala di saluran pernafasan, tinggal di Kota Malang ataupun baru perjalanan dari daerah terjangkit," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan masyarakat untuk tidak terlalu panik atau mengalami ketakutan berlebih. 

Karena, semua hal itu bisa teratasi apabila menerapkan kaidah-kaidah pencegahan dengan tepat.

Yaitu, menerapkan social distancing (menjaga jarak dari kerumunan) dan physical distancing (menjaga jarak fisik antar manusia) atau dihindari bukan kerumunan saja.

Yang mana hal itu berlaku baik bagi yang belum berstatus ODP ataupun bagi yang sudah berstatus. 

Hal itu, untuk memutus penyebaran virus Corona tersebut.

"Jadi sekalipun dalam satu rumah, saya misalnya ada gejala saluran pernapasan maka saya tetap harus menjaga phsycial distancing dengan anggota keluarga saya. Jarak harus tetap satu meter minimal dalam berkomunikasi.
Lalu, membatasi atau bahkan tidak keluar dari rumah paling nggak 14 hari dari saat pertama kali gejala muncul," jelasnya.