Bupati Malang Sanusi mengimbau para santri di ponpes bisa dipulangkan sementara waktu untuk mencegah sebaran virus Corona (dok MalangTIMES)
Bupati Malang Sanusi mengimbau para santri di ponpes bisa dipulangkan sementara waktu untuk mencegah sebaran virus Corona (dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Santri di berbagai pondok pesantren (Ponpes) Kabupaten Malang, masih bertahan di tengah kecamuk virus Corona. Berbagai instruksi pemerintah terkait meliburkan sementara para pelajar di berbagai satuan pendidikan formal, ternyata belum membuat para santri bisa pulang ke rumahnya masing-masing.

Hal ini pula yang membuat Bupati Malang Sanusi meminta ke seluruh pengurus ponpes di wilayahnya untuk meliburkan aktivitas para santri yang masih bertahan hingga kini.

"Iya saya sudah meminta ke Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Malang untuk memberikan imbauan ke setiap ponpes. Serta mengikuti kebijakan pemerintah terkait pencegahan Corona, yaitu meliburkan sementara para santri," ucapnya menjawab masih banyaknya ponpes yang belum memulangkan para santrinya untuk sementara waktu.

Hal ini tegas Sanusi sebagai bagian dari mencegah penyebaran virus Corona yang juga diberlakukan di seluruh satuan pendidikan yang ada. Bahkan, dengan semakin merebaknya virus Corona, untuk libur sekolah diperpanjang waktunya.

Bukan hanya itu, Ujian Nasional (UN) tahun 2020 pun secara resmi dibatalkan pemerintah dengan pandemik Corona saat ini.

"Jadi saya minta untuk sementara pulangkan dulu para santri untuk belajar di rumahnya masing-masing. Ini untuk pencegahan sekaligus kesehatan dan keselamatan generasi kita seperti yang juga disampaikan Pak Presiden terkait meliburkan sekolah dan membatalkan UN," urai calon Bupati dari PDI Perjuangan di Pilkada 2020 Kabupaten Malang.

Untuk batas waktunya, mengikuti instruksi yang pernah dikeluarkan oleh Pemkab Malang melalui Dinas Pendidikan untuk satuan pendidikan formal. Yakni sejak tanggal 6 Maret 2020 hingga 6 April 2020 datang.

Sanusi juga menyampaikan, dirinya menyadari bahwa untuk pembelajaran agama Islam di berbagai ponpes, ranah kebijakannya berada di Kementerian Agama. Sehingga dirinya hanya bisa mengimbau dan meminta agar para santri bisa dipulangkan sementara. 

Selain hal itu juga harapan besarnya, bahwa pendidikan Islam juga bisa mengikuti kebijakan pemerintah daerah terkait kondisi darurat saat ini terkait virus Corona.

"Ini yang juga saya sampaikan ke Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama. Jadi saya imbau para pengelola ponpes bisa memulangkan sementara para santrinya," ujarnya.

Terpisah, salah satu wali santri di wilayah Kepanjen, yang tak berkenan disebut namanya, membenarkan bahwa anaknya memang sejak ramai virus Corona belum ada kebijakan untuk pulang ke rumah.

Ibu anak dua ini, mengatakan, masih belum ada izin dari pengurus ponpes agar anaknya bisa pulang sementara waktu. "Sampai sekarang belum pulang, walau sekolahnya sudah diliburkan berbarengan dengan yang lainnya," ucapnya ke wartawan.

Untuk kunjungan wali santri pun, dibatasi untuk hal-hal urgen saja dan tak bisa terlalu lama. "Hanya sebentar saja kalau berkunjung ke ponpes," tandasnya.