Ilustrasi TBC. (Foto: Shutterstock).
Ilustrasi TBC. (Foto: Shutterstock).

MALANGTIMES - Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit yang menjadi perhatian. Sebab, masyarakat seakan masih menganggap remeh akan gejala ini.

Bahkan saat ini TBC seakan mendapat tantangan baru dengan kehadiran virus Corona atau Covid-19. Tepat 24 Maret, hari ini, dunia memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia. 

Upaya menanggulangi penyakit TBC rupanya juga menjadi perhatian bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Salah satunya, mengajak masyarakat untuk mau tahu dan mencari informasi lebih dalam akan gejala yang rentan muncul terhadap anak-anak.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Bayu Tjahjawibawa, menyatakan saat ini masih banyak ditemui dari perilaku masyarakat Kota Malang yang sulit untuk memeriksakan kondisi tubuh anaknya ketika menemukan gejala.

Bahkan, ada juga sebagian orang yang menganggap ketika anaknya terlihat sehat tak diperbolehkan untuk dilakukan pemeriksaan, padahal dalam satu rumah ada yang menderita TBC.

"Karena orang tua biasanya ndak mau, anaknya sehat kok disuruh minum obat. Justru itu yang kalau kelewatan nanti malah bahaya, kalau anaknya kena (penyakit TBC) kasian nanti masa depannya suram," ujarnya.

Lalu, apa saja ciri-ciri gejala yang harus diwaspadai akan penyakit TBC?

Bayu menjelaskan, gejala yang umum seperti ganguan sistem pernafasan. Batuk, dengan durasi selama lebih dari tiga minggu. Kemudian demam, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, dan berkeringat saat malam hari.

"Ini juga perlu diwaspadai, ketika gejala batuk, demam muncul, kemudian keringat malam hari tanpa aktivitas. Dan adanya berat badan yang menurun," jelasnya.

Karenanya, dalam hal ini ia berharap masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyakit ini. Apabila merasa ada gejala tersebut, untuk segera memeriksakan diri ke layanan kesehatan (Yankes) di Kota Malang.

Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit infeksi akibat bakteri mycobacterium tuberculosis. Biasanya, penyakit ini menyerang paru-paru. Tapi bisa juga menyebar ke tulang, kelenjar getah bening, sistem saraf pusat, jantung, dan organ tubuh lainnya.