Forkopinda Kabupaten Malang beserta tim gabungan percepatan penanganan virus Corona saat mempersiapkan proses penyemprotan disinfektan dengan menggunakan drone (Foto : Istimewa)
Forkopinda Kabupaten Malang beserta tim gabungan percepatan penanganan virus Corona saat mempersiapkan proses penyemprotan disinfektan dengan menggunakan drone (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Meski ada salah satu warga Kecamatan Dau, Kabupaten Malang yang meninggal karena positif covid-19, namun masyarakat diimbau tidak perlu khawatir berlebihan. Pasalnya, berbagai upaya telah dilakukan guna memutus rantai penyebaran wabah yang diduga berasal dari Wuhan, China tersebut.

Setelah mengevakuasi kelima anggota keluarga pasien positif Corona untuk diisolasi di RSUD Kanjuruhan, Sabtu (21/3/2020). Pemerintah Kabupaten Malang langsung melakukan penyemprotan cairan disinfektan di tempat tinggal mereka.

Baca Juga : Kota Batu Siapkan 3 Shelter Isolasi Covid-19, Anggarannya Rp 1,3 Miliar

Bahkan, dalam waktu yang nyaris bersamaan satu unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menyemprotkan sekitar 3 ribu liter disinfektan di desa tempat tinggal pasien positif Corona tersebut.

Terbaru, Selasa (24/3/2020) Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Malang,  mulai dari Bupati Malang, Korem 083/Baladhika Jaya (BDJ), Polres Malang, dan pihak Universitas Muhammadyah Malang (UMM) melakukan penyemprotan cairan disinfektan melalui udara. Yakni dengan bantuan drone di wilayah Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

”Dengan menggunakan drone proses penyemprotan disinfektan menjadi lebih efektif , terutama untuk mengakses titik yang susah dijangkau,” kata Komandan Korem 083/Baladhika Jaya (BDJ), Kolonel (Inf) Zainuddin.

Sedangkan sasarannya, lanjut Zainuddin, meliputi area perkampungan dan akses jalan umum yang ada di seputaran Sengkaling dan Kecamatan Dau. 

”Pemanfaatan drone untuk menyemprotkan disinfektan ini akan terus dilakukan hingga kondisi wabah Corona telah dinyatakan tuntas sepenuhnya oleh pemerintah pusat,” sambung Zainuddin.

Di saat bersamaan, Rektor UMM, Fauzan menuturkan jika drone yang diklaim baru pertama kali digunakan untuk menyemprotkan cairan disinfektan di wilayah Kabupaten Malang tersebut. Sebenarnya dipergunakan untuk menunjang kegiatan pertanian. Terutama untuk menyemprotkan cairan insektisida di area persawahan dan perkebunan.

Baca Juga : Sudah Diwajibkan, Pemerintah Kabupaten Malang Bakal Bagikan 120 Ribu Masker ke Masyarakat

"Sebenarnya (drone) memang untuk pertanian, tapi semua resource harus kita kerahkan untuk mengejar waktu. Semoga dengan cara ini dapat menekan jumlah korban agar tidak bertambah banyak," Ujar Fauzan.

Sementara itu, Bupati Malang HM Sanusi, mengaku jika selain melakukan pencegahan penyebaran virus corona melalui udara. Pemerintah melalui tim Satgas Percepatan Penanganan Corona Virus, juga melakukan penyemprotan disinfektan dengan cara manual.

"Penyemprotan cairan disinfektan ini merupakan bentuk antisipasi penyebaran Corona. Berdasarkan analisa dokter, wabah virus covid-19 ini bisa diminimalisir penyebarannya jika disemprot dengan disinfektan," ujar Bupati Malang.