Pasukan operasi gabungan yang siap membubarkan kerumunan di Kota Malang (Humas Pemkot Malang).
Pasukan operasi gabungan yang siap membubarkan kerumunan di Kota Malang (Humas Pemkot Malang).

MALANGTIMES - Anjuran melaksanakan social distancing nampaknya tak diindahkan semua masyarakat. Hal itu terpotret dari banyaknya tempat nongkrong yang masih ramai oleh anak muda yang asyik nongkrong hingga malam hari.

Geram dengan hal itu, jajaran Forpimda Kota Malang pun memaksimalkan sosialisasi social distancing. Paling baru telah dilakukan operasi penyadaran dengan sasaran kerumunan massa dan tempat usaha yang menjadi area tongkrongan.

Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan, upaya sosialisasi dan penertiban akan dilakukan secara terus menerus. Karena penyebaran Covid-19 harus terus diperangi agar tak mengancam generasi bangsa.

"Jangan main-main. Menganggap seakan tidak ada apa-apa dan menyepelekan," tegasnya.

Sutiaji menyampaikan, angka atau kasus Corona, baik secara nasional maupun daerah terus bergerak dan bertambah dari waktu ke waktu. Sehingga perlu ada upaya sepenuh hati dan sungguh- sungguh dalam memotong dan mengamputasi mata rantai penyebaran.  

"Salah satu caranya adalah maksimal upaya social distancing, jauhi kontak secara langsung dan lebih banyak beraktivitas di rumah terlebih dulu," pesan Sutiaji.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata menegaskan jika operasi penyadaran yang dilakukan saat ini bukan lagi tahapan sosialisasi. Namun sudah memasuki penindakan. Sehingga dia meminta agar seluruh anggota langsung memulangkan setiap orang yang berhimpun massa.  

"Termasuk komunitas- komunitas yang lagi jagongan di cafe-cafe,  di tempat ngopi. Jadi satu perintahnya tutup dan bubarkan," tegasnya.

Senada dengan Wali Kota Malang dan Kapolresta Malang, Dandim 083 kota Malang Tommy Anderson menambahkan, gerakan social distancing menjadi tonggak penting melawan Corona. Sehingga dia berharap masyarakat senantiasa mematuhi protokol yang ada.

Sebagai informasi, upaya penyadaran yang dilakukan pada Senin (23/3/2020) malam adalah dengan menyisir Jalan Ijen,  Jalan Pahlawan Trip,  Jalan Surabaya,  Jalan Bogor,  Jalan Bandung,  Jalan Veteran,  Jalan Bendungan Sutami hingga Joyogrand.

Tim opsgab membubarkan dan memulangkan kerumunan massa sekaligus mendorong pelaku usaha untuk tutup. Operasi gabungan tersebut melibatkan jajaran TNI, Polri, Denpom, Satpol, BPBD dan Bakesbangpol.

Giat opsgab tersebut juga diikuti Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto selaku Ketua Satgas Covid 19 Kota Malang beserta Kepala BPBD Alie Mulyanto, Kasatpol PP Prijadi dan Kabag Humas Widianto. Opsgab juga memerintah toserba dan atau toko modern untuk tidak beroperasi hingga dini hari dan segera menutup.