Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata (tengah) dan Kasatlantas, Kompol Priyanto (Paling kanan)(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata (tengah) dan Kasatlantas, Kompol Priyanto (Paling kanan)(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Wabah Corona/ Covid 19, berimbas pada tutupnya berbagai macam pelayanan maupun fasilitas publik. Salah satunya adalah pelayanan perpanjangan dan pembuatan SIM baru. 

Hal itu sesuai dengan instruksi dari Mabes Polri, jika pelayanan SIM akan ditutup mulai 24 Maret 2020 hingga 28 Mei 2020.

Hal itu dibenarkan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, saat ditemui wartawan (24/3/2020). "Iya benar ditutup melihat situasi darurat, kita patuh pada petunjuk arahan dari Mabes Polri," jelasnya.

Lalu bagi masyarakat yang masa berlaku SIM habis pada masa penutupan tersebut, tak perlu khawatir. Sebab pihaknya masih memberikan toleransi dan tetap bisa melakukan perpanjangan SIM mereka.

"Jadi mereka yang masa habis berlakunya SIM pada waktu itu (penutupan), mereka tidak perlu mengurus SIM baru lagi, mereka tetap bisa melakukan perpanjangan seusai kembali dibukanya pelayanan," bebernya.

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kompol Priyanto menambahkan hal yang senada dengan Kapolresta. Jika di Jawa Timur 
sesuai petunjuk Dirlantas Polda Jatim dan merujuk pada instruksi Korlantas Mabes Polri, pada tanggal 24 Maret 2020 hingga 28 Mei 2020, pelayanan Satuan Administrasi Pengurusan SIM (Satpas) ditutup.

Masyarakat yang masa berlakunya habis pada waktu penutupan akan mendapatkan toleransi waktu perpanjangan tanpa kepengurusan SIM yang baru, dan tidak masuk kategori SIM mati.

"Tapi di wilayah di luar Jatim, diskresi masing-masing. Kalau untuk Samsat sampai detik ini masih buka, karena berbeda dengan pelayanan SIM. Namun mungkin ada waktu-waktu yang mungkin benar-benar darurat sekali bisa saja ditutup," jelasnya.

Lalu untuk antisipasi Corona, lebih lanjut dijelaskannya, jika sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) pencegahan Corona tetap dilakukan. Di sana petugas telah menyediakan fasilitas-fasilitas mulai dari handsanitizer, wastfufel dan bilik semprot telah dipasang.

"Termasuk antrean sudah kita atur, SOP nya kita laksanakan," pungkasnya.