Ilustrasi batuk (alodokter)
Ilustrasi batuk (alodokter)

MALANGTIMES - Berbagai informasi terkait virus Corona hingga saat ini telah menjadi topik dengan rating tertinggi dalam masyarakat. 

Sebaran yang begitu cepat, dampak virus terhadap tubuh manusia, hingga ke ranah perekonomian, membuat berbagai informasi Corona banyak dicari dan dibaca masyarakat.

Limpahan informasi itu kerap satu sisi membuat sebagian masyarakat menjadi "parno" bila mengalami gejala flu disertai batuk. 

Dimana penyakit ini menjadi bagian dari gejala seseorang terinfeksi virus Corona.

Tak heran, banyak warga yang terkena flu disertai batuk, demam, sakit kepala pun dibuat panik dengan gejala itu. 

Sebagian lain pun mencoba melakukan pemeriksaan ke dokter atau rumah sakit untuk memastikan hal itu. 

Di saat para petugas medis pun berjibaku menangani pasien yang positif maupun yang dalan isolasi.

Kebijakan untuk menunda kunjungan warga yang terkena flu batuk ringan ke pusat layanan kesehatan seperti puskesmas pun diberlakukan.

Lantas bagaimana masyarakat mengenali flu batuk biasa dan flu batuk yang mengindikasikan terinfeksi virus Corona?

Dikutip dari berbagai sumber, batuk yang menunjukkan gejala Covid-19 dan batuk biasa sebenarnya bisa dikenali dan diamati. 

Walau keduanya secara frekuensi efek dari flu batuknya terjadi cukup sering sepanjang sakit, baik ringan, sedang hingga berat.

Tapi, dilansir dari Medical News Today (19/3/2020), batuk yang terjadi pada orang yang menderita influenza sering terjadi tiba-tiba dan akan sembuh dalam waktu relatif singkat, kurang dari 2 Minggu.

Tanda yang bisa dikenali bahwa flu batuk biasa atau bukan terinfeksi virus corona adalah disertainya pilek dan bersin-bersin serta dahak.

"Jadi, jika seseorang menunjukkan batuk yang disertai dengan pilek dan sebelum batuk dimulai dengan fase bersin, dimungkinkan ia terkena flu biasa," tulis sebuah artikel dalam Business Insider, 12 Maret 2020.

Lantas, flu batuk seperti apakah yang menandakan adanya gejala infeksi virus Corona?

Dr Sarah Jarvis, Direktur Klinis dari Patientaccess yang dilansir The Sun (23/3/2020) menjelaskan, ada beberapa batuk yang menandakan indikasi seseorang menderita Corona.

Yakni, batuk kering yang terjadi terus menerus, setidaknya dalam waktu setengah hari. 

"Batuk ini adalah sesuatu yang baru dirasakan oleh penderitanya. Artinya, bukan batuk seperti yang biasa dirasakan sebelum Covid-19," ucap Jarvis.

Tanda lainnya adalah batuk kering tidak berdahak. 

Walau tak bisa disebut 100 persen adalah penderita corona, namun jenis batuk kering tanpa dahak lebih berpotensi menjadi gejala Corona dibandingkan batuk basah yang menghasilkan dahak.

Gejala batuk kering tanpa dahak sebagai gejala terinfeksi Corona, menurut WHO sebanyak 67,7 persen. 

Batuk kering ini pula yang disebut sebagai gejala kunci Corona. 

Walau sekali lagi disebutkan, bahwa baik batuk kering atau berdahak tak semuanya sebagai gejala terinfeksi Corona.

Tanda lain adalah, pasien positif Corona selain batuk kering, sesak nafas adalah tak disertainya sakit tenggorokan. 

Sedangkan untuk flu batuk disertai pilek, biasanya akan menyebabkan sakit pada tenggorokan. 

Dikarenakan infeksi pada saluran pernafasan atas penderita. Sedang pasien Corona mengalami gangguan pernafasan bagian bawah.

Mengenali gejala Corona dari sisi flu batuk ini juga menjadi perhatian serius pemerintah, sehingga bagi warga yang mengindap penyakit ringan tak perlu untuk ke rumah sakit atau dokter. 

Hal ini juga didasarkan pada jumlah akumulasi kasus positif Corona yang mencapai 686 kasus per tanggal 24 Maret 2020. 

Sedangkan yang meninggal dunia telah mencapai 55 orang dan yang sembuh sebanyak 30 orang.