Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)

MALANGTIMES - Masyarakat dunia maya sedang ramai-ramainya memperbincangkan physical distancing atau jaga jarak secara fisik. 

Perbincangan ini pun mencuat jadi trending topic Twitter  dengan memuncaki peringkat pertama di Indonesia.

Tercatat, hingga Selasa (24/3/2020) perbincangan terkait jaga jarak fisik, istilah yang diharapkan dipakai dibanding phsysical distancing oleh Menko Polhukam Mahfud MD, telah mencapai 4.338 percakapan.

Jaga jarak fisik mulai ramai diperbincangkan sejak pemerintah mengubah imbauan dalam pencegahan penyebaran virus Corona yang telah membuat 49 jiwa melayang. 

Pasien positif Corona per 23 Maret 2020 telah mencapai 579 kasus. 

Dari social distancing atau pembatasan interaksi sosial jadi physical distancing atau jaga jarak fisik.

"Penyebutan physical distancing atau yang kita anjurkan istilah jaga jarak fisik dirasa lebih pas. Istilah ini yang kita sepakati terkait pencegahan virus Corona," kata Mahfud, Senin (23/3/2020) kemarin ke media.

Penggunaan istilah jaga jarak fisik dirasa pas dibanding dengan social distancing yang dianggap bertentangan dengan kebudayaan Indonesia. Hal ini juga dianggap menjauhkan kerukunan antar masyarakat.

"Tapi, penyebutan istilah itu tak mengubah kebijakan apapun," tegas Mahfud.

Penggunaan istilah jaga jarak fisik yang dianjurkan dipakai ini pun banyak mendapat respon positif warganet. 

Akun @_afba_ misalnya, mencuitkan, "kasih nama yang nasionalis gtu lo bruh #GerakanJagaJarak jangan sok inggris #GerakanPhysicalDistancing," tulisnya, Selasa (24/3/2020).

Lantas apakah yang membuat istilah social distancing diubah menjadi jaga jarak fisik?

Seperti diungkap Mahfud, bahwa pemakaian istilah social distancing terbaca sebagai bentuk menutup diri secara sosial yang bertentangan dengan budaya manusia Indonesia. 

Hal itu pula yang membuat instruksi pemerintah agar masyarakat bekerja dan beribadah di rumah sebagai upaya efektif pencegahan virus corona, kerap terkendala di lapangan. 

Masih banyak masyarakat yang tetap 'bandel' dan menganggap instruksi itu memutus rantai silaturahmi. 

Perubahan istilah untuk menjernihkan pemahaman itu pula yang akhirnya disepakati.

WHO pun telah mengubah penerapan istilah social distancing jadi physical distancing atau di Indonesia dianjurkan memakai istilah jaga jarak fisik.

Jaga jarak fisik itu sesuai instruksi awal adalah 1-2 meter pada saat dikerumunan atau saat melakukan interaksi sosial lainnya.

@realPriGim menuliskan, "#GerakanPhysicalDistancing. Salah satu kebijakan yg Mengambil tengah²nya... Tetap menjalankan shalat tapi menjaga jarak... Bagus ini, Masalah hukum fiqih ada kajiannya tersendiri yg terpenting ambil manfaat terbesar..." cuitnya.

@alpin_aktam18 juga mencuitkan, "Yap ibadah tetap jalan #GerakanPhysicalDistancing jg harus tuk memutus rantai penularan virus Corona ini," ujarnya.

Gerakan jaga jarak fisik ini pun mendapat dukungan dibandingkan bila pemerintah memutuskan kebijakan lockdown. 

"Ya setuju drpda melakukan lockdown lbh baik melakukan gerakan #diamdirumah #GerakanPhysicalDistancing," cuit @alpin_aktam18.

Dukungan lainnya pun terus mengalir dengan pola jaga jarak fisik untuk memutus rantai penyebaran Corona yang setiap waktu terus mengalami penambahan kasus.

Warganet pengusung #GerakanPhysicalDistancing pun tak jemu menyuarakan agar yang lainnya tetap mengikuti instruksi pemerintah.

@___v4n1a_, "Lakukan physical distancing bukan berarti memutuskan kontak dengan teman anda atau keluarga anda tapi lebih menjaga jarak fisik agar virus tidak menyebar. Seluruh masyarakat mari bersama-sama lakukan," cuitnya.

Sebagian lainnya yang merasa jengkel dengan masyarakat yang tak mau mengikuti gerakan jaga jarak fisik dengan membenturkannya pada persoalan agama dan lainnya, menumpahkan unek-uneknya.

"Tindak tegas aja semua masyarakat yg bebal dikasih tau gak peduli & suka ngeyel. Kita yg sdar bhaya covid 19 ini, mati2an buat jga kesehatan biar gak drop & tetap sehat. eh kaum bebal mati-matian buat matiin kita dgn ngumpul2 ditengah wabah melanda," cuit @saaariii___