Layar tangkap peta sebaran virus Corona di Jatim per 23 Maret 2020 (www.infocovid19.jatimprov.go.id)
Layar tangkap peta sebaran virus Corona di Jatim per 23 Maret 2020 (www.infocovid19.jatimprov.go.id)

MALANGTIMES - Sebaran virus Corona di wilayah Jawa Timur (Jatim) per tanggal 23 Maret 2020 sekitar pukul 16.00 WIB mengalami perluasan. Bertambahnya ODP dan PDP ini tak bisa dipandang sebelah mata.

Berbagai pencegahan yang dilakukan secara massif diberbagai daerah pun terus diintensifkan untuk memutus rantai sebaran virus Corona. 

Baca Juga : Jika Covid-19 Sampai Menyebar di Korea Utara, Kim Jong Un Beri Ancaman Ini pada Pejabatnya

Sejumlah kebijakan diterapkan, di antaranya perpanjangan libur sekolahan hingga tanggal 5 April 2020, penyemprotan disinfektan di berbagai lokasi publik dan perkantoran pemerintah, hingga instruksi untuk tak keluar rumah bagi masyarakat.

Berbagai kebijakan itu, dalam upaya memutus rantai sebaran Corona. Menurut laman resmi infocovid19.jatimprov.go.id, terjadi peningkatan jumlah untuk pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP).

Interval satu hari, yaitu tanggal 22 Maret 2020, tercatat ada 41 pasien terkonfirmasi positif. Sedangkan untuk ODP 999 orang dan PDP mencapai jumlah 88 orang. 

Di tanggal 23 Maret 2020, jumlah ODP dan PDP naik cukup banyak, walau pasien positif masih tercatat sama yaitu 41 orang.

Untuk PDP telah mencapai 125 orang dan ODP sejumlah 1.405 di wilayah Jatim, per 23 Maret 2020. Data-data itu setiap waktu bisa terus berubah.

Kondisi itu pula yang membuat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa, juga terus mengimbau masyarakat di wilayahnya yang berjumlah sekitar 40 juta jiwa ini. 

"Menjaga jarak antara satu dengan yang lain, menghindari kerumunan dan keramaian serta tidak menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan banyak massa menjadi hal utama dan sangat penting," ucapnya. 

Langkah ini pula yang diterapkan di seluruh daerah di Jatim. Social distancing dan tinggal di rumah menjadi langkah efektif dalam mencegah semakin merebaknya Covid-19 di Jatim.

Tak hanya itu Khofifah pun membagikan sekitar 7.100 alat pelindung diri (APD) ke 64 rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid-19 di Jatim.

Baca Juga : Quraish Shihab Tegaskan Wabah Covid-19 Bukan Azab Allah

Langkah itu sebagai bentuk upaya promotif preventif yang dilakukan Pemprov Jatim dalam menanggulangi Covid-19 di wilayahnya.

Selain itu, Khofifah juga membagikan 64.000 masker buffer stock Gugus Tugas Provinsi.

Langkah-langkah itu, juga didasarkan pada berbagai peristiwa memilukan atas para petugas medis yang menangani Corona. Dengan terus meningkatnya pasien positif, PDP dan ODP tentunya para petugas medis ini pun memerlukan perlindungan yang aman sesuai standar kesehatan.

Di tingkat perdesaan, misalnya di Kabupaten Malang, penyemprotan disinfektan mulai dilakukan secara bergantian. Baik di kantor pemerintah desa, pasar serta tempat umum yang biasanya kerap jadi tempat berkerumun warga.

Begitu pula sosialisasi berupa imbauan-imbauan yang dilayangkan diberbagai media sosial ke masyarakat terkait virus Corona.