Salah satu petani saat memanen padi di Desa Pendem beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu petani saat memanen padi di Desa Pendem beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pengurangan pemakaian bahan kimia pada tanaman sedang menjadi fokus Dinas Pertanian Kota Batu. Karena itu mereka membentuk tim Cepat Respon Opini Publik (CROP) untuk petani.

Dibentuknya tim ini untuk mengajak petani mengurangi pemakaian bahan kimia. Sekaligus mengajak untuk mengampanyekan pertanian organik.

“Ini sebagai upaya kami untuk mengembalikan kadar kesuburan tanah, melihat sudah banyak tanah yang mulai jenuh,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Sugeng Pramono.

Ia menambahkan, fungsi dan tugas CROP ini ke depan fokus untuk memberantas tanaman dan hama. Dengan demikian bisa membantu 24 gabungan kelompok tani (gakpotan) Kota Batu.

“Melihat hama dan penyakit yang sering menyerang itu seperti wereng, ada juga gulma. Kalau wereng akan kami beri insektisida, sedangkan gulma kami beri herbisida,” ungkapnya.

Ya nantinya tim CROP juga akan memberikan stok bantuan obat untuk hama dan penyakit. Jumlahnya 100 liter per kelompok untuk penggunaan 1 liter dengan 1000 meter persegi.

Sedangkan Tim CROP terhubung dengan aplikasi Smart City, sehingga bisa menampung 24 gabungan kelompok tani di Kota Batu. Sedang dari 7000 petani di Kota Batu, 20 persen diantaranya telah menggunakan bahan organik.