Pemantauan dan edukasi SE Nomor 6 Tahun 2020 menghadapi virus corona di Kota Malang (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Pemantauan dan edukasi SE Nomor 6 Tahun 2020 menghadapi virus corona di Kota Malang (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Sebagaimana Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020 tentang Kesiapsiagaan Dunia Usaha dalam Mengahadapi Corona Virus Disease (Covid-19) yang ditetapkan Kamis (19/3) malam, seluruh rumah makan di Kota Malang hanya dibatasi memberi layanan take away atau pesan antar.

Artinya, pembeli tidak lagi diperkenankan makan di tempat seperti biasa. Pilihannya, bisa bungkus untuk dibawa pulang atau memesan menggunakan aplikasi transportasi ataupun layanan pengantaran milik restoran.

Untuk mengantisipasi aturan yang berlaku sejak Jumat (20/3/2020) kemarin, Satpol PP menerima instruksi untuk mengawal efektivitas dari SE tersebut. Salah satunya, dengan melakukan operasi sekaligus sosialisasi ke seluruh rumah makan dan restoran yang ada.

"Begitu instruksi kami terima, kami langsung bergerak. Mencatat efektif SE dimaksud dikeluarkan per 20 Maret 2020, maka malamnya kami langsung bergerak. Meskipun pada waktu sebelumnya kami juga sudah bergerak,  karena sudah ada SE sebelumnya," kata Kasatpol PP Kota Malang, Prijadi.

Sebagaimana diutarakan Kasatpol melalui bagian Humas Kota Malang, monitoring dilakukan untuk memastikan bahwa surat edaran telah diterima dan diketahui. Selain itu, edukasi dan peringatan awal dilakukan untuk memberi sanksi pada pengusaha yang bandel. Salah satunya dengan memberikan peringatan secara berjenjang.

Sanksi yang diberikan menurutnya dapat berujung penutupan. Sehingga, ia berharap agar pelaku usaha memperhatikan SE yang berlaku. Pasalnya, SE tersebut adalah untuk menekan angka penyebaran virus Corona yang kini mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

"Maksimal sanksi dapat dipertimbangkan penutupan izin, bila terus menerus abai. Ini semata karena masalah Covid-19 tak bisa dianggap enteng. Sedikit saja lengah, segala kemungkinan bisa terjadi, maka kedisiplinan menjadi kunci kita semua," tegas Prijadi.

Sebagai informasi, dalam SE Nomor 6 Tahun 2020 itu dijelaskan jika restoran, warung kopi, rumah makan, tempat yang melayani makan minum dan sejenisnya diperbolehkan melayani hanya dengan cara take away atau pesan antar. Kemudian, apabila terjadi antrian pemesanan harus berjarak antar orang minimal satu meter.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Kota Malang Wasto, menambahkan, saat ini harus didorong kesadaran bersama untuk melakukan dan memperbanyak aktivitas di rumah. Sehingga, penyebaran virus yang menyerang organ pernapasan itu dapat terus ditekan.