SE Disparbud Kabupaten Malang terkait pariwisata di tengah sebaran Corona (Ist)
SE Disparbud Kabupaten Malang terkait pariwisata di tengah sebaran Corona (Ist)

MALANGTIMES - Berbeda dengan Pemerintah Kota Malang yang menutup total lokasi wisata di wilayahnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memberlakukan kebijakan berbeda, yakni tak menutup berbagai lokasi wisata yang ada.

Hal ini juga pernah disampaikan ke media melalui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara. Pria asal Bali ini menegaskan, pihaknya tak menutup lokasi wisata di tengah sebaran virus Corona.

"Kita tak menutup lokasi wisata. Karena banyak pelaku wisata yang menggantungkan hidupnya dari sektor itu. Selain itu meski tak ditutup wisata sudah sepi pengunjung juga," ucapnya.

Walau mengambil langkah tak menutup lokasi wisata, Pemkab Malang tetap memberikan instruksi ke seluruh pengelola pariwisata. Melalui Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Disparbud Kabupaten Malang perihal peningkatan kewaspadaan virus Corona, ada 7 hal yang diinstruksikan untuk dilaksanakan.

Pertama, meningkatkan kebersihan lokasi wisata dan sarana prasarananya. Kedua, memberikan wawasan yang benar terkait virus corona terhadap seluruh pelaku pariwisata yang ada di lokasi. Sehingga mampu membuat para pelaku wisata memiliki pengetahuan terkait pencegahan sebaran virus Corona.

Instruksi ketiga terkait dengan penyediaan sarana cuci tangan di pintu masuk wisata oleh pengelola. Selain itu adanya berbagai informasi yang mudah dibaca pengunjung di lokasi wisata. Terkait kebersihan, buang sampah pada tempatnya, dan informasi cuci tangan bagi pengunjung yang masuk dan keluar dari lokasi wisata.

"Ini jadi bagian dalam memasifkan informasi terkait Corona sekaligus pola hidup sehat," ujar Made Arya yang juga menyampaikan  pengelola wisata untuk tak melaksanakan event untuk sementara.

Instruksi lainnya adalah terkait pelaporan data kunjungan para pengelola wisata setiap bulannya yang dilaporkan ke Bupati Malang melalui Disparbud untuk tetap dilakukan seperti tahun lalunya.

Serta apabila ada hal-hal yang mencurigakan terkait upaya preventif, pengelola bisa melapor ke pihak-pihak terkait.
Made Arya menegaskan juga bahwa masyarakat sudah mengetahui berbagai imbauan pemerintah untuk tak bepergian ke tempat-tempat ramai atau kerumunan. Sehingga instruksi dari pihaknya lebih pada penguatan ke pengelola pariwisata yang ada di Kabupaten Malang.

"Masyarakat sudah faham atas imbauan tak keluar rumah atau bepergian. Tempat wisata juga sudah banyak yang sepi, jadi kita tak mengeluarkan instruksi penutupan," tandasnya