Antrian tilang di Kejari Kota Malang sebelum mewabahnya Covid 19 (Doc MalangTIMES)
Antrian tilang di Kejari Kota Malang sebelum mewabahnya Covid 19 (Doc MalangTIMES)

MALANGTIMES - Para pelanggar lalu lintas yang mengambil barang bukti tilang di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang setiap waktu selalu membludak.  

Ratusan bahkan ribuan pelanggar bisa hadir di Kantor Kejari Kota Malang dalam satu waktu.

Berkaitan hal tersebut, mengingat adanya imbauan dari pemerintah pusat tentang penundaan kegiatan yang melibatkan massa lebih dari 30 orang karena mewabahnya Covid 19, Kejari Kota Malang bakal mengatur tata cara pengambilan tilang.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Kota Malang Wahyu Hidayatullah menjelaskan nantinya Kejari Kota Malang akan mengatur antrean pengambilan dengan mempersilakan 20 orang secara bergantian untuk masuk ke Loket pengambilan barang bukti tilang.

"Teknisnya, menggunakan kartu antrean, sementara yang lain menunggu di luar. Jadi nanti saat mengambil ya 20 orang dulu masuk, setalah itu 20 orang lagi dan yang belum dipanggil akan diminta menunggu di luar pintu gerbang loket pengambilan tilang," jelasnya, Rabu (18/3/2020).

Meskipun sebelumnya terdapat imbauan dari pemerintah untuk menunda segala kegiatan yang berkaitan dengan jumlah massa yang lebih dari 30 orang namun pihak kejaksaan Agung menginstruksikan untuk tidak meliburkan pelayanan kepada masyarakat.

"Kalau kita tutup kasihan masyarakat. Makanya kami juga umumkan di website kejaksaan ataupun media sosial kejaksaan. Karena itu, kami tata cara pengambilannya, dan untuk mempercepat kami imbau untuk para pelanggar menyelesaikan pembayaran denda tilang ke bank ataupun secara transfer," jelasnya.

Ditambahkannya, bagi masyarakat yang tak mempunyai ATM atau rekening, bisa juga membeli Brizzi dari BRI yang bisa digunakan untuk pembayaran denda tilang.

"Selain itu, masyarakat juga bisa memanfaatkan pembayaran denda tilang melalui 19 Kantor Pos karena sudah bekerjasama," jelasnya.